Pentingnya Employer Branding untuk Unilever Indonesia

Suasana kerja Unilever Indonesia.

Bagi Unilever Indonesia (UI) sebagai perusahaan consumer goods sangatlah penting memiliki sebuah employer branding yang terkait dengan relevansi perusahaan. Sebab, dengan strategi ini, brand yang dibangun perusahaan dapat sukses jika relevan dengan generasi saat ini.

Hal inilah yang dilakukan oleh UI bekerja sama dengan beberapa lembaga. Roadshow kampus juga menjadi tujuan utama sebagai sarana eksperiment untuk mencari ketertarikan generasi muda pada perusahaan consumer goods tersebut. Menurut HR Director and Country Head for Employer Brand Unilever Indonesia, Nanang Chalid, niatan dari usaha employer branding yang dilakukan adalah relevansi perusahaan terhadap talent di Indonesia. Target yang diincar adalah menyasar mahasiswa karena sesuai dengan insight talent 5 tahun ke depan.

Relevansi inilah yang dibawa perusahaan untuk nantinya merekrut pegawai baru dan dapat digunakan untuk kebutuhan internal. Bagi Nanang, employer branding sangat penting dan  UI mencoba mengenalkannya lebih awal. “Terpenting adalah mengetahui bagaimana insight mereka terhadap sebuah perusahaan dan investasi inilah yang Unilever lakukan untuk kebutuhan suistanability perusahaan,” ungkapnya. Melalui insight tersebut akhirnya UI dapat membaca akan ketertarikan generasi muda pada USLP (Unilever Suistanable Living Plan).

Selain itu, UI melakukan rekrutmen pegawai dengan cara kompetisi seperti Future Leaders League (FLL) sejak 2012. Cara ini dilakukan karena pihaknya tidak lagi melakukan hiring secara massal dan membutuhkan talent yang semakin high quality. “Caranya dengan marketing case competition. Seperti bagaimana caranya mereka membuat Kecap Bango dapat relevan untuk ibu-ibu millenials. Kami mengumumkan kompetisi ini ke semua channel yang dimiliki Unilever Indonesia, Kami akan memberi kesempatan belajar mengenai marketing, finance bagi talent yang memiliki ide menarik,” tambahnya. Setiap tahunnya, 30 anak terbaik dari seluruh Indonesia terpilih.

Ajang FLL berskala multinasonal, para pemenang akan disponsori untuk berangkat ke London di Maret 2018. Mereka mewakili Indonesia dan akan dikompetisikan kembali dengan tantangan yang berbeda hingga mendapat pemenang global. Dengan cara ini UI mendapat gambaran jika ingin melakukan recruitment, perusahaan telah memiliki anak-anak terbaik untuk diajak bergabung. Selain itu, UI concern mengenai gender diversity untuk meningkatkan persentase perempuan di dunia kerja.

Image company menjadi sesuatu yang penting dan UI berhasil menjaganya dengan integritas yang dimiliki. Sebagai perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FCMG) terbesar di Indonesia, nama baik perlu dijaga dan dapat menginspirasi. Dari segi salary, UI memberikan nilai yang sangat kompetitif berdasarkan survei terakhir. Benefit yang didapat karyawan mulai dari BPJS, medical coverage, jaminan kesehatan, pensiun, dan beberapa benefit lain yang tidak banyak perusahaan tawarkan seperti program kepemilikan saham, shares program untuk level asisten dan junior manager. Poin-poin inilah yang terkadang menjadi pertimbangan para pencari kerja dan Unilever mampu secara fair menawarkannya.

Setiap tahunnya melalui program UFLP sebagai management trainee perusahaan dapat mencapai 20.000 peserta. UFLP dibuka empat kali dalam setahun dan melalui program ini UI membutuhkan 20 hingga 30 posisi setiap tahun. “Untuk penerimaan di level asisten manager tergantung permintaan. Untuk posisi ini, dominan dari promotion from within. Sedangkan untuk BOD semua dari internal,” ungkapnya.

Setiap divisi ada career framework tersendiri untuk bisa dilakukan promote ke level kepala bagian. Contohnya, untuk level finance minimal harus mempunyai dua kaki, artinya dua jalur profesi, dapat menjadi bisnis partner dan juga pernah menjadi corporate finance.

Reportase: Yosa Maulana

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)