Pentingnya Kesehatan Mental bagi Pekerja Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pihak, tak terkecuali bagi para pekerja. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada, salah satunya dengan bekerja dari rumah secara daring.

Meski pada awalnya konsep ini dianggap menyenangkan, namun seiring dengan berjalannya waktu, hal ini mulai menjadi polemik yang berpotensi untuk menimbulkan stres. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka dapat berujung pada gangguan kesehatan mental. Untuk itu, 3M sebagai perusahaan teknologi dan manufaktur menaruh perhatian lebih terhadap kesehatan mental karyawan di lingkungan kerja.

Vice President 3M Asia Corporate Affair, Jim Falteisek mengungkapkan, para pelaku bisnis harus menyadari bahwa masalah kesehatan mental merupakan hal penting di lingkungan kerja. Buruknya kesehatan mental para karyawan dapat mempengaruhi kinerja bisnis.

Untuk itu, penting kiranya bagi pelaku bisnis dan karyawan untuk bersama-sama menyadari bahwa kesehatan mental merupakan bagian dari aspek kesehatan yang harus dianggap lumrah dan bukan untuk dianggap sebagai stigma negatif.

"Karyawan telah menghadapi tantangan dan ujian untuk dapat bertahan dan bersabar dalam menghadapi masa pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanpa kekuatan dan ketahanan dari para karyawan, kegiatan usaha tidak akan bertahan di masa pandemi ini," ujarnya

Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa kesehatan mental pekerja menjadi hal yang utama dan dengan adanya kepedulian terhadap hal ini, diharapkan dapat menciptakan kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan para karyawan, sekaligus membangun harapan akan masa depan kerja yang lebih baik.

"Beranjak dari hal tersebut, 3M senantiasa mendorong karyawannya untuk dapat mengkomunikasikan masalah kesehatan mental mereka kepada rekan, kerabat ataupun keluarga," jelas Jim.

Selain itu, 3M juga menerapkan program FlexAbility, yang mendorong atasan untuk dapat mendukung dan membantu karyawan dalam menghadapi hambatan yang dialaminya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan alur kerja yang lebih baik, serta ‘Employee Assistance Program’ (EAP) yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mendapatkan dukungan yang tepat sepanjang karier mereka.

Adapun upaya lain yang dilakukan oleh 3M adalah dengan mengadakan Pameran ‘Global Virtual Well-being’ untuk memberikan kesempatan kepada karyawan mendapatkan akses atas informasi yang akan membantu kesehatan dan kesejahteraan secara fisik, mental, dan emosional mereka. Selain itu, diharapkan dapat menjalin dan membangun hubungan dengan banyak orang agar terinspirasi oleh ide-ide baru tentang cara mengatasi stres.

"Melalui sumber daya, lingkungan kerja, dan dukungan yang tepat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan kolaboratif. Untuk mewujudkan hal tersebut, 3M senantiasa mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah serta kesulitan yang ada, termasuk dalam hal kesehatan mental," katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)