Pentingnya Keseimbangan Hidup di Era Disrupsi

Data riset PermataBank menyatakan bahwa tiga dari empat orang sering melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Riset ini membuktikan adanya kompleksitas yang dihadapi masyarakat metropolitan saat ini untuk dapat memenuhi apa yang mereka inginkan dan mempercepat segala prosesnya.

Selain itu, di era disrupsi teknologi ini juga memengaruhi tingkat intimasi kepada sesama. Hampir 70% orang menggunakan smartphone pada saat makan bersama keluarga. Mereka juga menggunakan media sosial setidaknya 4 jam dalam sehari.

Hal ini menimbulkan tren FOMO (Fear of Missing Out), terbukti bahwa dua dari tiga orang sebisa mungkin akan melakukan berbagai aktivitas yang sedang kekinian. Secara tidak langsung tren ini menimbulkan rasa ketakutan, ketinggalan sesuatu yang sedang tren di masanya.

Berbagai kondisi ini membuat PermataBank kembali menggelar Wealth Wisdom 2019 : Mindfully Wealthy in 21st Century. Kegiatan ini menghadirkan kelas-kelas yang komprehensif serta edukatif untuk menyampaikan beragam pesan yang berkaitan dengan sikap mindful.

Djumariah Tenteram, Retail Banking Director PermataBank, mengatakan kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memberikan perspektif berbeda akan esensi dari kekayaan dan kebahagian yang seutuhnya. Adapun Permata Bank memaknai kekayaan menjadi enam pilar yaitu relationship, social giving, health, money, spirituality dan experience.

Pihaknya percaya bahwa ada faktor lain yang perlu dijaga selain materi dalam memaknai kekayaan yang sesungguhnya. Sehingga di era percepatan saat ini masyarakat harus bijak menyikapinya untuk dapat mempertahankan kualitas hidupnya, jika tidak maka akan menyebabkan kondisi kesehatan mental dan fisik yang terganggu,

“Ini wujud kepedulian kami terhadap isu terkini dan membuat Wealth Wisdom menjadi wadah edukasi yang menginspirasi kekayaan dan kebahagian lintas generasi,” jelasnya.

Glenn Randi, Head of Marketing Communication PermataBank, menjelaskan, di tahun keenam ini, pihaknya menghadirkan lebih dari 39 sesi kelas inspiratif, 7 workshop, music performance dan move screening. Acara ini juga diisi lebih dari 70 pembicara yang akan memaparkan isu-isu terkini yang sering dihadapi oleh masyarakat metropolitan melalui sharing ilmu dan pengalaman mereka. “Tahun ini kami menargetkan 12 ribu peserta yang akan hadir di acara ini,” ujarnya kepada SWA Online.

Acara ini akan digelar di dua kota besar yaitu Jakarta pada tanggal 14-15 Agustus 2019 yang dibuka untuk umum. Sementara di Surabaya akan digelar pada tanggal 14 September 2019 untuk nasabah priority.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)