Pentingnya Mendorong Pengembangan Keahlian SDM di HCI dan UX

Kesadaran masyarakat akan pentingnya HCI dan UX masih sedikit, begitupun juga dalam mendirikan program studi khusus HCI dan UX pun masih terbentur regulasi

CHIuXID 2019 bertujuan untuk mengenalkan esensi dari Human-Computer Interactions (HCI) dan User Experience (UX). Adi Tedjasaputra, Direktur UX Indonesia, menyebutkan, banyak diskusi yang membahas bagaimana teknis dari transformasi digital itu berlangsung, namun di Indonesia masih belum ada yang membahas transformasi digital dari sisi HCI dan UX.

Menurutnya, di era industri 4.0 saat ini penting untuk melakukan investasi di UX guna mendukung produk-produk dari setiap startup agar lebih baik. Perkembangan tenaga kerja yang fokus pada HCI dan UX di Indonesia pun masih ada kesenjangan yang besar bila dibandingkan dengan tenaga kerja di negara lain. Adi menyebutkan, masih banyak perguruan tinggi yang masih belum siap mengembangkan program studi khusus HCI dan UX karena terbentur oleh regulasi.

Yohannes Kurniawan, Head of Information Systems Program, Binus University, menambahkan, bahwa di perguruan tinggi di Indonesia, masih belum ada progam studi khusus HCI dan UX, masih hanya sebatas menjadi mata kuliah saja. “Melihat permintaan pasar tenaga kerja yang semakin tinggi di bidang tersebut, maka posisi UX Designers di Indonesia masih banyak diisi oleh lulusan Informastion System, Computer Science, atau peminatan Multimedia. Masih belum ada usability lab di perguruan tinggi di Indonesia, namun banyak pihak yang sudah siap untuk investasi ke arah sana,” imbuhnya.

Auzi Asfariah, Division of Software Engineering & Information Sciences, Institut Pertanian Bogor, menambahkan, bahwa setiap perguruan tinggi masih terbentur regulasi pemerintah jika ingin mendirikan program studi tersebut. Banyak mahasiswa yang berminat untuk terjun ke konsentrasi HCI, namun di Indonesia masih hanya sebatas mata kuliah 3 SKS saja dan mereka masih perlu mengejar ketertinggalan secara otodidak jika mau bekerja di industri.

Berkaitan hal tersebut, CHIuXID kembali diselenggarakan dengan mengangkat tema “Empowering Digital Transformation” yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-9 April 2019 di Jakarta, Bali dan Surabaya. Nantinya, para profesional, pakar, dan akademisi bisa berdiskusi dan mengikuti beberapa program seperti Keynotes, Business Stories, Academic Paper Presentation, Hands-on Workshop, Community Outreach, Hacksprint, UX Clinic, dan Cultural Tour. Partisipan yang ditargetkan adalah sekitar 700 orang yang tersebar di tiga kota tersebut.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)