Per Oktober 2021, Asuransi Jasindo Bukukan Premi Rp 3,4 Triliun

Cahyo Adi, Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasindo (Foto: Dok Asuransi Jasindo)

Hingga Oktober 2021, pertumbuhan premi PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mengalami pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Cahyo Adi, setidaknya ada tujuh bisnis yang mengalami pertumbuhan premi.

Ketujuh bisnis Asuransi Jasindo yang mengalami pertumbuhan antara lain, Asuransi Properti, Asuransi Marine Hull, Asuransi Bonding yang masuk dalam Asuransi Keuangan, Asuransi Aviasi, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kargo, dan Asuransi Engineering yang masuk dalam Asuransi Rekayasa.

Cahyo menambahkan, berdasarkan data Oktober 2021, Asuransi Jasindo membukukan total premi Rp 3,4 triliun, dimana kontribusi premi tersebut diperoleh dari Asuransi Marine Hull Rp 375 miliar, Asuransi Properti Rp1,163 triliun, Asuransi Bonding Rp 350 miliar, Asuransi Aviasi Rp 265 miliar, Asuransi Kesehatan Rp 297 miliar, Asuransi Kargo Rp 47 miliar, dan Asuransi Rp 173 miliar. “Saat ini properti masih menjadi salah satu andalan dimana kontribusi sekitar 34% dari total keseluruhan premi,” kata Cahyo.

Bila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya pertumbuhan Asuransi Marine Hull meningkat 85% dari Rp 202 miliar menjadi Rp 375 miliar, Asuransi Properti meningkat 28% dari Rp 908 miliar menjadi Rp1,163 triliun, Asuransi Bonding meningkat 41% dari Rp248 miliar menjadi Rp 350 miliar, Asuransi Aviasi meningkat 48% dari Rp 179 miliar menjadi Rp 265 miliar, Asuransi Kesehatan meningkat 1% dari Rp 293 miliar, menjadi Rp 297 miliar Asuransi Kargo meningkat 6% dari Rp 45 miliar menjadi Rp 47 miliar dan Asuransi Engineering meningkat 50% dari Rp 115 miliar menjadi Rp 173 miliar. “Pertumbuhan cukup signifikan, terutama untuk Asuransi Marine Hull yang mencapai 85 persen,” katanya

Cahyo menambahkan, pertumbuhan premi ini didukung oleh kegiatan ekonomi yang mulai tumbuh di 2021. Dibandingkan pada 2020, di saat kasus covid sedang tinggi di Indonesia, otomatis kegiatan bisnis menjadi terhambat. Industri asuransi pun terkena imbas dari pandemi tersebut.

Diakui Cahyo, hingga saat ini kontribusi pendapatan premi terbesar Asuransi Jasindo berasal dari sektor korporat yang mencapi 60%-70% dan sisanya dari segmen ritel. Untuk mendongkrak pendapatan premi dari sektor ritel Asuransi Jasindo yang merupakan bagian dari holding asuransi IFG ini juga telah melakukan digitalisasi dan otomasi sejak beberapa tahun ke belakang. “Asuransi Jasindo juga menggandeng e-commerce seperti Blibli dan Igloo untuk meningkatkan penjualan produk,” kata Cahyo.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)