Peran Indonesia Bagi Ekspansi Xiaomi

Jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar memberikan kesempatan dan potensi yang besar pula pada asupan penggunaan gadget. Indonesia menjadi sasaran empuk dan itu disadari oleh produsen gawai asal Tiongkok, Xiaomi. Awal tahun lalu, Xiaomi melansir ponsel pintarnya dengan mendayagunakan potensi lokal dalam pembuatannya. Hal ini dilakukan dengan mengajak kerjasama pengembang software di Indonesia. Steven Shi, Head of Southeast Asia dan Country Head Xiaomi Indonesia menegaskan kerjasama ini akan lebih meningkatkan pengalaman pengguna dan seluruh Mi fans di Indonesia.

Masuk ke Indonesia Agustus 2014 dengan lansiran pertamanya Redmi 1S, Xiaomi berhasil menarik animo masyarakat Indonesia. Kini Xiaomi telah menghadirkan ponsel tipe Redmi 4A, ponsel pintar 4G yang memiliki keunggulan dual application dengan ketahanan baterai hingga 7 hari, produksi lansiran gawai terbaru Xiaomi ini dilakukan di Batam, Indonesia. Dual application yang dibenamkan di ponsel terbaru Xiaomi ini menjadi sejarah baru dalam dunia smartphone. “Setelah enam bulan persiapan produksi, pertama kali dalam sejarah satu smartphone bisa menggunakan dua aplikasi whatspapp dengan harga sangat terjangkau Rp 1,499 juta,” ujar Xiang Wang, Senior VP Xiaomi saat peluncuran.

Pentingnya pasar Indonesia bagi Xiaomi terbukti dari mulainya merek ini melakukan produksi di Indonesia. Hal ini juga menandai komitmen Xiaomi untuk terus tumbuh di Indonesia. Xiang Wang mengatakan, dalam mewujudkan produksi ponsel pintarnya di Indonesia ia menggandeng PT Erajaya Swasembada Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk dan TSM Technologies. Erajaya berperan sebagai partner strategis lokal dalam jaringan distribusi sejak awal masuk Indonesia pada 2014. Sedangkan TSM Technologies sebagai mitra lokal yang sudah memiliki kemampuan membuat piranti 4G untuk Xiaomi khusus di Indonesia dengan kualitas terbaik, tak kalah dengan produksi China dan India. Keberhasilan TSM Technologies tersebut juga diamini oleh Menkominfo Rudiantara. Baginya TSM Technologies adalah perusahaan pertama yang dapat membuat software 4G di Indonesia.

Sedangkan, Sat Nusapersada dikenal sebagai mitra produksi Xiaomi di Batam telah memproduksi Xiaomi Redmi 4A sekitar 250-300 ribu per bulan. Investasi Xiaomi dengan join partnership bersama Sat Nusapersada memiliki nilai sekitar US$ 3 juta untuk 5 lini produksi dengan kapasitas produksi 500 ribu per bulan. Selain Xiaomi, Sat Nusapersada juga memproduksi ponsel pintar Asus di Indonesia dengan investasi sekitar US$ 6 juta. Saat ini pabrikan Xiaomi telah memiliki sekitar 1200 pekerja lokal yang terlibat.

 

Reporter: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Philips Commercial Displays Fokus Edukasi Pasar

Selama dua tahun pertama di Indonesia, produk-produk Philips Signage Solutions tidak mematok penjualan tertentu. “Tujuan kami prioritaskan untuk menginformasikan ke...

Close