Peran Pemuda dalam Transformasi Sistem Pangan Nasional

Forum for Young Indonesians (FYI) 2017: "Our Food, Our Future" membahas peran pemuda dalam transformasi sistem pangan di Indonesia.

Di masa depan, sistem pangan nasional menanggung beban yang berat untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kuantitas maupun kualitas gizi adalah masalah krusial yang wajib dihasilkan. Tuntutan atas hal ini akan mempengaruhi status kemiskinan, kesehatan serta perubahan iklim global dan akan mengancam keberlanjutan lingkungan.

Persoalan inilah yang mendorong Forum for Young Indonesians (FYI) untuk mempromosikan partisipasi pemuda dalam inovasi masalah isu pangan. Isu ini diharapkan menjadi prioritas agenda pembangunan. Rencananya, acara itu akan digelar pada 22 Oktober 2017 di Gedung Usmar Ismail Jakarta. Acara ini digagas oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) yang memberikan solusi-solusi inovatif di berbagai sektor pembangunan, termasuk sektor pangan.

Lewat dukungan ID COMM, FYI menegaskan sebagai wadah pemuda dapat mengembangkan potensinya untuk menjadi pelaku pembangunan, sumber informasi dan pengetahuan untuk membangun lingkungan yang ramah terhadap inovasi. Menurut Pendiri CISDI & Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Kemitraan dan Sustainable Development Goals (SDGs), Diah S. Saminarsih, Asia Pasifik merupakan kawasan regional yang memiliki populasi terpadat di dunia. “Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Pasifik, dan juga negara dengan tantangan pembangunan yang sangat kompleks. Di antara tantangan yang dihadapi adalah pemastian tersedianya pangan. Bukan hanya suplai bahan pangan, namun juga sistem produksinya,” jelasnya.

Pangan merupakan cerminan pembangunan dan dipengaruhi oleh dinamika dimensi lingkungan, ekonomi, dan pembangunan. Dirinya menjelaskan bahwa isu pangan sendiri menyentuh hampir semua kepentingan pembangunan SDGs. Ketua FYI dan Direktur Program CISDI, Anindita Sitepu, mengatakan, “Dalam tahun-tahun terakhir banyak sekali contoh inisiatif untuk sistem pangan yang dipelopori pemuda, mulai dari sisi produksi, memperpendek rantai distribusi, hingga pengolahan limbah. Forum ini akan menjadi inkubator terlahirnya pendekatan dan metode baru untuk mengembangkan kapasitas pemuda dan membuka akses untuk turut terlibat dalam sistem pangan.”

Head of Strategy, Business Development and Legal HiLo, Nancy Indriati juga menegaskan kesadaran inovasi dan keberlanjutan dalam melakukan produksi dan konsumsi adalah ‘opportunity’ di sektor bisnis demi transformasi yang substansial. “Kami pun sadar bahwa perubahan tidak bisa kami lakukan sendirian, sehingga melihat bagaimana pemuda berinisiatif untuk memimpin, membuat kami ingin turut mendukung semangat tersebut.” Program beasiswa FYI Fellowship juga akan digelar dan pemuda yang terpilih akan berkesempatan untuk hadir di dalam forum ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)