Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Siap Hadapi New Normal

Weitarsa Hendarto - Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar

Pandemi COVID-19 diprediksi akan mencapai puncaknya Juni 2020, namun pemerintah mulai mensosialisasikan fase-fase dibukanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kita harus siap berdampingan dengan virus ini per Juni ini. Namun sesungguhnya 73% responden masih khawatir dengan kemungkinan penyebaran virus ini saat kembali menjalani interaksi sosial: sekolah, bekerja dan beribadah di luar rumah. Combiphar mempertegas komitmennya menjadi Champioining a Healthy Tomorrow dengan mengampanyekan pentingnya disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih sehat menghadapi  #newnormal.  

Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, mengatakan pada acara virtual conference Combiphar Health Desk, sebelum pandemi ini terjadi secara konsisten menggaungkan kampanye mengajak generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat melalui Combi HOPE. “Kami aktif mengadakan berbagai kegiatan yang sifatnya preventif, dengan gaya hidup sehat melalui berbagai event olahraga. Dengan kejadian wabah virus corona baru ini, ketika masyarakat akhirnya sadar pentingnya menjaga hidup sehat dan bersih, kami pun memperkuat kampanye sebagai perusahaan terdepan memperhatikan kesehatan di masa datang,” jelas Wei.

Walau Wei mengakui sepanjang pandemi ini produk-produk Combiphar meningkat tajam. Sayang ia tidak berkenan menyebut angka peningkatannya dengan alasan Combiphar bukanlah perusahaan go public. Ia mengungkapkan berbagai produk vitamin dan obat batuk atau obat untuk resparatory meningkat sepanjang wabah ini.

“Dulu orang menganggap sakit batuk itu biasa saja, santai. Kini, orang ingin cepat sembuh dengan meningkatkan konsumsi vitamin atau mencoba meredakannya dengan obat batuk. Orang lebih sensitif semacam ada social presure ketika batuk di area umum. Obat batuk Combiphar ada beberapa, apakah itu ethical maupun OTC, salah satu unggulan OTC adalah OBH Combi, selain itu ada beberapa produk ethical yang diresepkan dokter cukup meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan produk suplemen pun meningkat pesat, salah satunya Therabex, produk yang belum dipasarkan langsung ke konsumen, produk yang mengandung B Complex dan Vit C 500 mg. Namun di luar itu, bagi Combiphar yang terpenting adalah di tengah kondisi pandemi ini, pihaknya memastikan supply chain, agar pabrik tetap beroperasi dengan menjaga aturan protokol kesehatan Covid19.

“Kami memastikan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat tetap ada. Seperti diketahui,  tantangan industri farmasi adalah mendapatkan bahan baku yang sebagian besar impor. Peningkatan kebutuhan bahan baku ini bukan saja di Indonesia, tapi juga negara lain, banyak negara menjaga rantai pasok bahan baku dalam negerinya. Akhirnya langka, tentu saja ini berimbas pada harga yang meningkat. Kami bersyukur bisa lancar produksi, dengan pasokan dari suplier juga bagus, tapi kami akui usahanya harus lebih keras lagi. Kami terus terang tidak tahu di masa depan, masalah ini harus dihadapi tentu dengan langkah-langkah strategis, walau sejauh ini bahan baku kami aman,” jelasnya.

Terkait persiapan menghadapi kondisi new normal ini, dr. Sandi Perutama Gani - Medical Expert Combiphar melanjutkan bahwa masyarakat dituntut untuk meneruskan kebiasaan baik yang sudah terbentuk yaitu disiplin menjaga kebersihan diri, mencakup menjaga kebersihan tangan agar tetap higienis perlu terus digaungkan untuk mencegah penyebaran kembali virus ini , apalagi sebelum vaksin ditemukan

“Pandemi Covid-19 telah menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai  #newnormal dalam keseharian kita,” imbuh Wei. Tidak heran jika 73% responden hasil survei yang dilakukan, bahwa mereka khawatir kemungkinan tertular COVID-19 saat kembali ke rutinitas kerja, karena potensi penyebaran penyakit ini dapat terjadi lewat tangan, karena tanpa disadari sering bersentuhan dengan virus dan bakteri yang terdapat di permukaan benda.

“Ketika tangan terkontaminasi oleh bakteri dan virus, patogen ini dapat masuk ke dalam tubuh atau berpindah dari satu orang ke orang lain untuk menyebabkan penyakit. Selain COVID-19, diare dan Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA), adalah dua penyakit utama yang dapat ditularkan melalui tangan”, tutur dr. Sandi.

“Menjaga kebersihan tangan adalah salah satu langkah yang paling penting dan harus kita terapkan sebagai #newnormal dalam perilaku hidup bersih sehat. Hal ini untuk menghindari diri terjangkit penyakit dan menyebarkannya kepada orang lain, tidak hanya ketika pandemi berakhir namun untuk seterusnya. Apalagi ketika kita tidak bisa menghindar dari menyentuh benda-benda di sekitar kita," tambah dr. Sandi.

Untuk mendukung gaya hidup sehat dan tetap higienis, Combiphar memperkenalkan produk hand-sanitizer perdananya RusGone pada bulan Juli 2020 mendatang. RusGone mengandung alkohol 70% yang efektif membunuh bakteri serta diperkaya dengan aroma lavender dan lidah buaya untuk efek melembabkan. Saat ini produksi diprioritaskan untuk didonasikan kepada beberapa pihak sejumlah lebih dari 8.000 botol.

Combiphar melihat ada dorongan kebiasaan cuci tangan dan penggunaan cuci tangan lebih tinggi, makanya RusGone ini akan diluncurkan. Walau sebearnya  secara internal sudah digunakan dan diproduksi untuk donasi-donasi.  Karena masyarakat sudah berubah perilakunya lebih banyak di area digital dan menonton TV pun meningkat,  dalam kampanye berbagai produknya baik yang baru maupun yang sudah ada sebelumnya Combiphar akan lebih mendorong di dua area tersebut.

Berikut 5 tips agar tetap aman saat kembali beraktifitas di luar rumah: Pertama, disiplinkan diri dengan menanamkan pesan, 'memutus mata rantai penyebaran COVID-19 jauh lebih baik daripada menjadi penyebar wabah'. Dengan demikian diharapkan muncul keinginan untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih sehat; Kedua, tetap waspada menjaga jarak dan hindari berkerumun;

Ketiga, rutin cuci tangan dengan sabun dalam air mengalir. Jika tidak ada wastafel atau toilet, gunakan hand-sanitizer berbahan dasar alkohol untuk membersihkan tangan dengan menuangkan cairan hingga memenuhi telapak tangan, gosok dan tunggu sampai mengering; Ketiga, untuk kepraktisan, siapkan selalu hand sanitizer di dalam tas. Pilih hand sanitizer yang dapat melembutkan kulit bukan malah membuat kulit jadi kering; dan jangan lupa gunakan masker berbahan kain.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)