Perjalanan 3 Anak Muda Tembus Pasar Ekspor

Sumpah pemuda dimaknai dengan berbagai cara salah satunya dengan terus berkarya sehingga bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasioal. Tiga pemuda asal Indonesia, Monica Amadea (25), Kevin Naftali (28), dan Pocut Yasmine (25) berhasil membawa nama Indonesia ke mancanegara melalui produk-produk kreatif.

Sejak berusia 20 tahun Monica memulai usahanya karena harus membiayai kuliahnya sendiri. Ia memulainya dengan menjadi reseller baju-baju wanita trendy. Dengan mempelajari strategi bisnis secara otodidak, kini wanita lulusan Hubungan Internasional ini telah berhasil mengembangkan produk fesyen perempuan inklusif bagi seluruh ukuran tubuh yang bernama Monomolly.

Monica memilih untuk menjualnya melalui platform e-commece Shopee pada tahun 2017. Dalam usahanya ini, ia memiliki misa untuk menghadirkan pilihan pakaian perempuan yang inklusif bagi semua ukuran tubuh perempuan. "Masuk ke dalam platform digital untuk mengembangkan bisnis menjadi salah satu pilihan terbaik buat kemajuan bisnis saya," kata Monica.

Alasannya karena target pasar dari bisnisnya tersebut kebanyakan sudah melek teknologi, sehingga terbiasa belanja melalui e-commerce. Tak mengherankan jika per harinya bisa mendapatkan hingga ratusan pesanan. Selain itu, produknya pun sudah berhasil menembus pasar ekspor seperti ke Singapura, Malaysia dan Thailand. "Ini semua dibantu oleh Shopee. Prosesnya mudah, sama seperti kita jual barang ke pengguna di dalam negeri," ungkapnya.

Tak kalah hebat dari Monica, Kevin Naftali juga berhasil menjajakan produk-produknya mulai dari sweater rajut hingga life wear khusus pria yang bernama Kevasco ke luar negeri. Sejak tahun 2011, ia tak mengira bahwa bisa melakukan ekspor melalui program Ekspor Shopee. “Sejak tahun 2019 kami mulai ekspor lewat Shopee dengan mudah ke Singapura dan Thailand,” ujarnya. Kini, omzet dari ekspornya berkontribusi sekitar 20%-25% ke bisnisnya. Ia mengungkapkan omzet Kevas di Shopee berhasil naik dua kali lipat di tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun 2019 berkat penjualan di e-commerce.

Kisah yang sama juga dialami oleh Yasmine yang memulai bisnisnya saat dia masih kuliah. Berbekal skill photoshop yang dimilikinya, Yasmine menjual berbagai macam stiker, pin, dan printables lainnya sambil berbagi tugas dengan jurusan arsitektur yang dia jalani. Tahun 2018, Yasmine membuka toko di Shopee dan mulai mengekspansi produknya. Karena saat ini Yasmine sudah mendedikasikan 100 persen waktunya untuk mengembangkan Tameeca, dia memiliki misi untuk terus merambah ke pasar global.

Dalam waktu dekat, Tameeca akan melakukan ekspoe ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Yasmine mengaku memasang iklan di Instagram untuk menggaet pasar di tiga negara tersebut. Tak sedikit dari konsumen yang terpapar iklan tersebut yang menanyakan lebih lanjut terkait produk-produk yang dia jual dan lanjut melakukan pembelian melalui Shopee.

Sebelumnya, Yasmine pernah melakukan ekspor secara mandiri setelah menerima pesanan di Instagram. Namun tidak sedikit calon pembeli yang akhirnya gagal karena ongkos kirim yang cukup mahal. Menurut Yasmine, keikutsertaan Tameeca dalam Program Ekspor Shopee ini sangat membantu, terlebih terkait logistik. “Ke depan, saya ingin merambah ke destinasi-destinasi lainnya, dan bisa punya anggota tim yang lebih besar dan terdedikasi supaya bisa menghasilkan pesanan yang stabil,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)