Perkuat Pasar di Indonesia, Vivo Gandeng Erafone

Perkuat pasar Indonesia, ponsel asal negeri Tiongkok, Vivo gandeng Erafone, jaringan ritel yang sudah dikenal kuat di pasar ponsel di sini. Dengan kemitraan yang baru terbentuk ini, Vivo berharap mendapatkan pijakan yang lebih kuat dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Setelah kesepakatan ini, ponsel Vivo secara resmi tersedia di sekitar 90 gerai Erafone di seluruh Indonesia.

CEO PT Vivo Mobile Indonesia, James Wei, mengatakan, pihaknya meyakini, Erafone sebagai ritel ponsel yang terbesar dan telah lama beroperasi di Indonesia, telah memiliki segudang pengalaman dalam mendistribusikan ponsel premium di seluruh Indonesia.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, bukan sekadar untuk mendistribusikan lebih banyak produk bagi Indonesia, tetapi dengan pengalaman panjang Erafone di Indonesia, kami bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang diinginkan konsumen di Indonesia," tutur James.

CEO Vivo Mobile Indonesia, James Wei dan CEO Erajaya Retail, Jeremy Sim CEO Vivo Mobile Indonesia, James Wei dan CEO Erajaya Retail, Jeremy Sim

Saat ini Vivo telah memiliki memiliki lebih dari 30 service center. Untuk meningkatkan layanan pengguna, Vivo juga akan memperluas layanan purna jual dengan membangun service center baru di wilayah lain. Diakui memang saat ini service center Vivo baru sampai Sulawesi, sekitar 30-40 persen service center masih di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Ke depannya mereka akan segera membuka service center di Papua.

Menurut International Data Corporation (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, di tingkat dunia, mulai tahun ini Vivo sudah diakui sebagai salah satu dari lima merek smartphone paling unggul. Di Indonesia sendiri, setelah dua tahun membangun fondasi bisnis dan brand yang kokoh, Vivo mengukuhkan diri sebagai merek ponsel yang bergaya muda dan fashionable.

Sejauh ini, Vivo telah berinvestasi dalam manufaktur di dalam negeri, ekspansi jaringan distribusi yang mandiri dan kampanye komunikasi yang cukup agresif bersama brand ambassador, Agnes Monica. Kemitraan antara Vivo dan Erafone akan menandai tahap lanjutan dari proses branding yang dilakukan Vivo di Indonesia.
Pabrik Vivo yang berlokasi di Cikupa, Tangerang saat ini memiliki kapasitas produksi 50.000 sampai 100.000 unit untuk semua lini smartphone.

Indonesia adalah salah satu negara yang penting bagi strategi marketing Vivo, karena pertumbuhan pasar smartphone Indonesia terus menunjukan peningkatan yang menggembirakan. Jumlah pengguna ponsel pintar di Indonesia pun diharapkan akan terus tumbuh, seiring pertumbuhan ekonomi dan dikombinasikan peningkatan penetrasi internet di negeri ini, khususnya di kalangan muda. Untuk menggarap potensi pasar itu, Vivo harus membangun brand yang lebih kuat lagi di Indonesia.

Vivo mulai mengenal Erafone saat awal peluncuran brand ini di tahun 2014. Setelah negosiasi formal sejak enam bulan lalu, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan di Oktober 2016 ini dan Erafone mulai menjual produk Vivo di akhir Oktober 2016. Vivo berbagi nilai dan target sasar yang mirip dengan Erafone. Di Indonesia, Erafone memiliki pengaruh besar sebagai jaringan ritel ponsel terbesar di Indonesia. Kerja sama dengan Erafone ini diyakini akan mampu mendorong ketersediaan Vivo di pasar Indonesia.

Ditemui di acara yang sama, CEO Erafone Retail Jeremy Sim mengungkapkan, “Erafone optimistis, dengan spesifikasi produk yang berkualitas dan harga yang kompetitif dari Vivo, konsumen akan mempertimbangkan ponsel Vivo untuk dibeli. Saat ini sudah tersedia tiga seri dari Vivo yaitu Vivo Y51, Vivo Y55 dan Vivo V3 di 90 gerai Erafone yang tersebar di 11 kota se-Indonesia.”

Dalam Press Conference Synergy for Excellence pada Kamis (3/11), Vivo juga memperkenalkan salah satu ponsel terbarunya dari Y series, yaitu Vivo Y55. Vivo Y55 adalah ponsel pintar level menengah dengan tampilan 5.2 inci, Snapdragon 430 CPU, 4G LTE, dioperasikan dengan Android 6.0 (Marshmallow) dengan Funtouch OS 2.6 dan dijual dengan harga bersahabat. Vivo Y55 menawarkan fitur split-screen untuk multi-tasking dan eye protection mode khusus yang menjamin kenyamanan tampilan pencahayaan layar yang mengurangi ketegangan di mata. Dengan kombinasi spesifikasi tinggi, desain mewah dan harga yang terjangkau, Vivo Y55 diyakini memberikan alternatif yang menyenangkan bagi pengguna ponsel di Indonesia.

"Selanjutnya, Vivo Indonesia akan meningkatkan investasi di marketing, menyediakan produk-produk yang lebih kompetitif, layanan yang lebih baik dan mengintensifikasikan promosi kami melalui berbagai saluran promosi, seperti televisi, internet dan iklan. Kami berharap mampu menjadi smartphone brand yang dicintai masyarakat Indonesia," kata James. Saat ini ponsel Vivo baru memenuhi 20 persen TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan pada Januari 2017 angka tersebut akan sesuai dengan aturan pemerintah menjadi 30 persen.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)