Perpusnas Menilai Budaya Baca Indonesia Tidak Rendah

Siapa bilang budaya baca bangsa Indoneaia rendah? Mengacu arahan Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahan adalah menciptakan SDM unggul Indonesia maju.Dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) adalah salah satu yang diharapkan mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia, khususnya di level Asia. Indeks pembangunan manusia bisa dicapai jika manusia Indonesia cerdas. Hal tersebut merupakan bagian dari tujuan negara didirikan.

"Indonesia bukan bangsa dengan budaya baca rendah. Tapi fakta di lapangan disebabkan karena belum cukup akses yang memadai. Jangan terjebak opini internasional, tapi mari kita perbaiki bersama," kata Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando saat memberikan laporan pada Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan Nasional di Jakarta (25/2/2020).

Kehadiran Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebagai pembicara kunci adalah untuk menyakini seluruh pemerintah daerah agar punya kesadaran menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan penduduknya.

Pendidikan dan perpustakaan tidak bisa dipisahkan karena perpustakaan jantungnya pendidikan. "Tidak ada guru tentang kedaerahan, tapi banyak buku yang menginformasikan asal usul, adat istiadat. Ini bisa dikelola oleh daerah. Daerah harus benar-benar tumbuhkan literasi," terang Syarif.

Syarif menambahkan, fokus pembahasan rakornas yang dihadiri 1.600 orang dari berbagai pemangku kepentingan di bidang perpustakaan di Indonesia ini, adalah soal tenaga pustakawan, serta pentingnya membangun kegemaran membaca di kalangan masyarakat yang sebenarnya meningkatkan indeks literasi. “Kita berharap semua bisa memahami, tidak penting lagi kita ribut soal kegemaran membaca itu rendah,” jelasnya.

Terkait perpustakaan, lanjut Syarif, saat ini juga harus menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, bukan lagi sekadar sebagai gudang buku. “Perpustakaan bisa jadi tempat akselerasi pengetahuan. Perpustakaan hari ini harus mampu mentransfer knowledege agar orang membutuhkan mendapatkan, tidak penting kunjungan, yang penting akses,” jelasnya.

Rakornas yang digelar hingga Kamis (27/2/2020) itu juga menghadirkan para narasumber  di bidang perpustakaan. Para narasumber terbagi dalam dua sesi. Pertama, sesi kebijakan yang diisi perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; perwakilan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; perwakilan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas; perwakilan Menteri Keuangan; dan Pimpinan Komisi X DPR RI.

Sesi kedua yaitu sesi teknokrak/praktisi yang diisi oleh Direktur Dana Transfer Khusus Kemenkeu; Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas; Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantu dan Kerjasama Kemendagri; Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca; Duta Baca Indonesia; Kepala Dinas Provinsi dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan; Wakil Walikota Tegal; Pegiat Literasi; Asosiasi Perpustakaan Umum; Asosiasi Perpustakaan Khusus; Asosiasi Perpustakaan Sekolah, Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi; Asosiasi Sarana Perpustakaan; dan Ikatan Pustakawan Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)