Pertama Kali dalam Sejarah, Perusahaan Terbuka Beli Bitcoin Rp 8,8 Triliun

Oscar Darmawan, CEO Indodax

Pertama Kali dalam Sejarah, Perusahaan Terbuka Beli Bitcoin Rp 8,8 Triliun   Microstrategy Inc, perusahaan terbuka yang listing di bursa saham Amerika Serikat, NASDAQ membuat sejarah menjadi perusahaan publik pertama yang menghabiskan banyak uang dalam membeli Bitcoin sebanyak 55.226 BTC senilai USD600 juta atau Rp 8,8 triliun. Pembelian pertama diumumkan pada 11 Agustus untuk 21.454 Bitcoin dengan harga keseluruhan $ 250 juta. Kemudian, Microstrategy telah membeli Bitcoin USD16.796 Bitcoin dengan total 175 juta dalam waktu 17 jam saja.    

Menanggapi hal ini, Oscar Darmawan CEO INDODAX sebagai perusahaan Bitcoin dan crypto exchanger di Indonesia, mengatakan bahwa dengan semakin dekatnya resesi ekonomi secara global ini mulai ada tren diversifikasi aset, khususnya di berbagai perusahaan terbuka untuk mengamankan kekayaan. Salah satu caranya adalah membeli Bitcoin.   “Bitcoin di Eropa maupun benua lain menjadi salah satu favorit aset yang dipegang dalam menyiapkan diri menghadapi resesi. Karena performa Bitcoin cenderung stabil dan menguat dalam 10 tahun terakhir,” ucap Oscar Darmawan, Senin (21/9).   

Para fund manager di seluruh dunia, menurut Oscar, mulai berpandangan sebagian aset dialihkan ke cryptocurrency adalah salah satu langkah yang strategis. Ini sebagaimana pedoman utama investasi yaitu jangan menaruh seluruh telur dalam satu keranjang.   “Sistem ekonomi yang saling terhubung sekarang membuat aset apapun saling terhubung, kecuali seperti emas dan Bitcoin. Sehingga menjadikan Bitcoin sebagai salah satu aset paling layak dibeli," Oscar menuturkan.  

CEO Microstrategy Michael Saylor mengungkapkan, dirinya sempat skeptis dengan kehadiran Bitcoin, namun Bitcoin lebih baik dari pada emas. "Bitcoin merupakan mata uang yang lebih pintar, lebih kuat dan lebih cepat bergerak naik dari pada emas,” kata Michael.   

Menurut Oscar, orang-orang sudah mengetahui bahwa Bitcoin memiliki banyak keunggulan dan juga memiliki kemudahan likuiditas. “Bitcoin bahkan lebih likuid dari pada emas fisik. Kalau sewaktu-waktu kita perlu uang darurat, maka lebih mudah untuk diperjual-belikan," ujarnya.  

Sebelumnya, investor-investor kakap di Amerika Serikat dan belahan dunia lain sudah lebih dulu melakukan hal yang sama,  seperti investor Paul Tudor Jones. Tak sedikit juga diantara investor tersebut yang awalnya skeptis dengan kehadiran Bitcoin. Tidak menutup kemungkinan, perusahaan-perusahaan lainnya, baik yang terbuka atau tidak terbuka juga mengikuti pendahulunya dalam investasi Bitcoin.  

Menurut Oscar, akses memiliki Bitcoin terbuka untuk siapa saja. Baik itu investor individu yang awam ataupun yang sudah mahir dan juga perusahaan atau korporasi sekalipun.

“Di Indonesia sendiri Bitcoin cukup mudah diperjualbelikan melalui Bitcoin exchange seperti INDODAX dan bisa dibeli oleh siapa saja," tutur Oscar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)