Pertamina Catatkan Produksi Hulu Migas 918,8MBOEPD pada Triwulan I/2020

Pertamina tetap menjaga tingkat produksi untuk memenuhi target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah pandemi dan harga minyak dunia yang belum stabil. Pada Triwulan I/ 2020, Pertamina mencatat produksi hulu migas sebesar 918,8 MBOEPD (ribu barel setara minyak bumi per hari).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan, produksi migas pada triwulan ini masih cukup stabil dan terjaga dengan baik. “Produksi minyak bumi rata-rata sebesar 420,4 MBOPD (ribu barel per hari), sedangkan produksi gas bumi mencapai rata rata sebesar 2887,9 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari),” kata dia.

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja positif anak perusahaan hulu Pertamina yang berhasil berproduksi sesuai target yang ditetapkan. Sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 telah mulai berproduksi pada awal tahun ini. Selain itu, pemeliharaan sumur-sumur yang juga menjadikan produksi migas Pertamina relatif stabil.

Sejumlah anak perusahaan hulu Pertamina yang menyumbang produksi di atas target, antara lain Pertamina EP (PEP) untuk produksi gas dan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk produksi minyak. Selain itu, anak perusahaan hulu di luar negeri, yakni Pertamina International EP (PIEP) juga berhasil meningkatkan produksi gasnya, terutama di lapangan Aljazair.

Anak perusahaan PHI, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang mengelola Blok Mahakam pada triwulan I 2020 juga membukukan rata-rata produksi gas sebesar 659 MMSCFD (wellhead) atau di atas target teknis Work Program & Budget (WP&B) 2020 sebesar 608 MMSCFD.

Sementara itu, produksi likuid (minyak dan kondensat) PHM mencapai 30,34 MBOPD, juga lebih tinggi daripada target teknis WP&B 2020 sebesar 30,12 MBOPD. Produksi anak perusahaan PHI lainnya, Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) juga tercatat sebesar 11,95 MBOPD, atau melonjak sebesar 138,5% dibanding target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) triwulan I 2020 yang dipatok pada angka 8,63 MBOPD. 

Sementara itu, produksi minyak Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), yang juga merupakan anak perusahaan PHI, mencapai 11,26 MBOPD atau 109,6 persen di atas target RKAP Triwulan I/2020 sebesar 10,27 MBOPD.

“Produksi di luar negeri yang dicatatkan PIEP juga berhasil memberikan kontribusi produksi migas sebesar 156 MBOEPD atau 103% dari target Triwulan I/2020,” kata dia melanjutkan.

Fajriyah menjelaskan, sepanjang 2019, Pertamina melakukan pengeboran secara signifikan d sektor hulu. Nilai investasi Pertamina di sektor hulu pada periode tersebut mencapai US$2,45 miliar atau sekitar 60% dari keseluruhan investasi Pertamina pada RKAP tahun 2019 yang mencapai US$4,1 miliar. Untuk tahun 2020 ini, Pertamina mempertahankan tingkat investasi hulu dikisaran yang sama dengan tahun 2019. 

Sepanjang Triwulan I/ 2020, perseroan juga berhasil melakukan pengeboran eksploitasi sebanyak 78 sumur dan pekerjaan workover sebanyak 161 sumur. “Pertamina hingga saat ini memutuskan tetap melakukan investasi di sektor hulu untuk menjaga produksi dan lifting migas nasional,” kata dia menutup pembicraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Pertamina

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)