Pertumbuhan Bisnis Lampaui 200%, TaniHub Lanjutkan Ekspansi

Sepanjang tahun 2019, pertumbuhan bisnis TaniHub melonjak 268,2% dibandingkan tahun 2018. Produk perishable menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) pada 2019. Untuk itu, TaniHub semakin percaya diri menjadi platform e-commerce produk pertanian dan katalisator bagi masa depan pertanian.

Grup TaniHub adalah startup agritech yang didirikan sejak tahun 2016. Perseroan mempunyai misi memberdayakan petani lokal dengan akses pasar dan akses keuangan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai lini. Ada tiga unit usaha yang dikembangkan, yaitu TaniHub sebagai platform e-commerce hasil tani, TaniFund untuk pendanaan mitra petani, serta TaniSupply yang fokus kepada pengelolaan rantai pasok.

TaniSupply merupakan anggota baru dari keluarga Grup TaniHub yang baru diluncurkan pada semester dua tahun ini. “Dengan adanya entitas tersendiri, perseroan akan jauh lebih agresif dalam mengembangkan bisnis rantai pasokan pertanian. TaniSupply melakukan proses pembelian dari petani, memproses komoditas di gudang mulai dari grading sampai quality assurance, dan mendistribusikannya kepada klien maupun pelanggan.

“Kami ingin berperan penting dalam mengembangkan ekosistem pertanian secara keseluruhan di Indonesia,” kata Vincentius Sariyo, Direktur TaniSupply. Upaya TaniHub untuk makin mendekati petani maupun market juga sudah diwujudkan dengan membangun fasilitas distribusi regional (regional distribution center) di lima kota, yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Saat ini, TaniHub tengah membangun fasilitas pemrosesan dan pengemasan (processing and packing center) di Malang dan berencana menambah satu lagi di tahun depan. Tujuan membangun fasilitas tersebut untuk menjaga konsistensi dan menjamin kualitas produk. Untuk menunjang proses bisnis yang semakin cepat dan berkembang, TaniHub sedang mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) baru dalam mengintegrasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi.

Ke depan, perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia tahun 2022 karena potensi pasar yang masih sangat besar. Berdasarkan data yang diperoleh TaniHub, Indonesia memiliki 5.700 produsen di industri pengolahan makanan (food processing industry) dan lebih dari 30.000 outlet modern retailer (supermarket, hypermarket, dan lain-lain). Saat ini lebih dari 1.6 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan 200.000 outlet hotel, restoran dan katering (Horeka) beroperasi di Indonesia.

Sementara itu, literasi digital di Indonesia semakin membaik dengan adanya 160 juta lebih pengguna gawai. Sejak tiga tahun terakhir, upaya TaniHub untuk menciptakan dampak sosial telah membantu peningkatan produksi petani sebesar 30% dan pendapatan mereka secara umum sebesar 50%.

Hingga kini, TaniHub telah bermitra dengan lebih dari 30.000 petani. Ivan Arie Sustiawan, CEO dan Co-founder Grup TaniHub, mengatakan, TaniHub memiliki mimpi bahwa suatu hari, para petani Indonesia dapat menikmati hasil yang adil untuk segala kerja keras mereka di ladang. Sementara setiap rumah tangga serta usaha dan industri mikro, kecil,dan menengah (UMKM) dapat menikmati produk pertanian lokal dengan harga terjangkau.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua stakeholders agar semua lapisan masyarakat mencintai hasil panen dari produsen lokal dan peduli pada pertanian Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Agriculture for Everyone, Grup TaniHub mengajak masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa, untuk turut berkontribusi dalam mendukung ekosistem pertanian yang lebih baik melalui sebuah kompetisi desain untuk packing andprocessing center. Total hadiah yang disediakan untuk pemenang mencapai Rp 75 juta dengan tenggat waktu terakhir pada tanggal 25 Februari 2020,”jelasnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)