Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2022 Diproyeksikan 5,2-5,3%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Kuartal II/2022 akan berkisar 5,2% - 5,3% seiring dengan dukungan perbaikan belanja masyarakat, pertumbuhan ekspor dan dukungan meningkatnya transaksi di bulan Ramadan lalu.

"Perekonomian Indonesia masih menunjukkan pemulihan ekonomi yang berlanjut dengan berbagai faktor," ujar Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. Dia menyebutkan dari sisi konsumsi, belanja masyarakat sepanjang Kuartal II/2022 sudah mencapai level tertinggi sepanjang pandemi. Hal ini ditunjukkan oleh Mandiri Spending Index (MSI) , indeks frekuensi belanja berada di level 185,5, sementara indeks nilai belanja naik ke level 159,9, indeks tertinggi sepanjang pandemi. Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang signifikan jika dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya, yang berjalan beriringan dengan pelonggaran mobilitas masyarakat.

Adapun tingkat belanja di semua wilayah kembali meningkat sejak awal Maret 2022. Contohnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang berangsur membaik sejak pertengahan tahun lalu tercatat mencapai level 80,6 di periode Ramadan 2022, yang merupakan level tertinggi selama pandemi. Dari sisi produksi, pemulihan ekonomi sektoral menunjukan arah yang semakin solid, ditunjukan semakin banyak sektor dengan level PDB sektoralnya sudah melebihi level sebelum pandemi Covid-19.

Namun demikian, dia mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi ke depan dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai dan diantisipasi, yaitupertama kenaikan harga-harga energi (yaitu minyak, gas dan batubara) dan juga pangan yang akan meningkatkan biaya produksi dan konsumsi. Kedua produsen akan meningkatkan harga jual di tingkat konsumen (pass-through). Ketiga resiko Rupiah terdepresiasi yang dapat meningkatkan biaya-biaya dari bahan baku impor.

Dia juga melihat, sektor perbankan terus mengalami perbaikan dengan pulihnya permintaan domestik seiring menurunnya kasus dan membaiknya penanganan pandemi. Pertumbuhan kredit terus terakselerasi dan tumbuh positif. Pada April 2022, pertumbuhan kredit mencapai 9.1%. Secara year-to-date, pertumbuhan kredit perbankan nasional telah mencapai 3,8%.

Di sisi lain, dana pihak ketiga perbankan terus tumbuh tinggi, sebesar 10,1% yoy pada bulan April 2022. Tingginya pertumbuhan DPK mendorong terjaganya likuiditas perbankan. Rasio loan to deposit (LDR) yang mencerminkan likuiditas perbankan masih rendah pada 80%, meski jika dibandingkan bulan sebelumnya rasio LDR terlihat meningkat sejalan akselerasi pertumbuhan kredit.

Ke depan, sektor perbankan akan menghadapi tantangan normalisasi kebijakan, terutama dengan adanya kenaikan rasio GWM yang berpotensi mengurangi likuiditas secara bertahap. Namun, perusahaan tetap optimis bahwa intermediasi perbankan akan terus membaik, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. "Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5.17%, kami melihat pertumbuhan kredit perbankan akan membaik dan mencapai 7.5% pada akhir tahun," tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)