Pesan Susi Pudjiastuti untuk Anda yang Ingin Memulai Bisnis

Susi Pudjiastuti, pengusaha

Di era serba digital seperti saat ini, perbedaan gender dalam dunia bisnis masih menjadi isu yang dianggap sensitif bagi sebagian orang, khususnya kaum perempuan. Namun, hal tersebut tidak berpengaruh pada Susi Pudjiastuti. Menurutnya, tekanan atau perasaan terintimidasi yang sering dialami oleh wanita di dunia kerja berasal dari pemikiran dirinya sendiri.

"Saya tidak pernah merasa dikucilkan atau terintimidasi, karena saya tidak membiarkan mindset saya bicara seperti itu. Jadi intinya berasal dari pemikiran kita sendiri," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu saat menjadi narasumber dalam acara Women's Economic Empowerment yang diselenggarakan oleh Ternak Uang pada Minggu (19/12/2021).

Harus diakui, lanjut Susi, wanita memiliki keterbatasan dalam kemampuan fisik. Tetapi di sisi lain, wanita juga diberkati bakat yang jarang dimiliki oleh kaum laki-laki. "Dari fisik, mungkin kita sebagai wanita kalah dari pria. Namun dari intuisi atau diplomasi, kita punya kelebihan dalam hal tersebut. Intuisi dan diplomasi yang dilakukan wanita biasanya lebih efektif," imbuh wanita asal Pangandaran, Jawa Barat tersebut.

Karena itu, meskipun secara akademik Susi hanya tercatat sebagai lulusan SMP, tetapu hal itu tidak mengurangi rasa kepercayaan dirinya untuk berkarier agar setara dengan kaum laki-laki yang selama ini mendominasi di berbagai sektor bisnis.

Bermodalkan pengalaman puluhan tahun di berbagai sektor industri, Susi pun memberikan empat tips untuk memulai sebuah bisnis. Pertama, jangan gengsi. Sebagian orang mungkin merasa malu atau gengsi terhadap sebuah profesi atau pekerjaan. Padahal, kata Susi, gengsi itulah yang akan menjadi penghambat karier.

"Saya juga tidak habis pikir atau memiliki rencana akan menjadi seperti sekarang ini. Dari dulu saya tidak pernah pilih-pilih pekerjaan, memikirkan pekerjaan yang saya ambil ini kotor atau tidak, pantas atau tidak pantas," papar Susi.

Tips kedua, tidak berorientasi pada uang. Ketika memulai sebuah bisnis, sebagian pengusaha awam mungkin akan langsung tertuju pada besaran keuntungan atau uang yang akan mereka dapatkan dari bisnis yang dijalankan. Bagi Susi, uang atau keuntungan adalah bonus dari sebuah bisnis.

"Yang saya pikirkan saat memulai bisnis adalah bagaimana caranya agar saya bisa hidup mandiri dengan sekuat tenaga, tidak berorientasi pada uang. Dulu saya hanya berpikir kerja dan kerja saja dengan baik. Uang akan datang dengan sendirinya," imbuh wanita kelahiran 1965 itu.

Ketiga, tidak mudah puas dan suka tantangan. Ketika orang sudah merasa sukses, biasanya mereka cenderung tidak ingin keluar dari zona nyamannya. Padahal menurut Susi, itu hanya akan menjadi batu sandungan yang baru baginya karena akan mematikan inovasi dan kreativitas.

"Jangan berhenti mencoba bidang baru. Saya pernah jualan sarang burung walet, dagang ikan, dan lain-lain. Setelah saya tidak jadi Menteri lagi, ditawari jadi presenter, saya terima meskipun sudah tidak muda lagi," lanjutnya.

Keempat, sensitivitas. Susi menerangkan bahwa sensitivitas merupakan kunci bagi seorang pebisnis. Sensitivitas sangat penting bagi seseorang untuk bertahan mengarungi kehidupan. "Dengan sensitivitas, seseorang dapat beradaptasi dalam kondisi apapun," tuturnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)