Petani Harus Dimudahkan Akses Layanan Keuangan dan Non-Keuangan

Petani di Indonesia masih tergolong rendah pendapatannya dibandingkan petani-petani negara Asia Tenggara lain. Tentu ini memprihatinkan mengingat negara kita merupakan negara agraris.

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bersama Mercy Corps Indonesia memperhatikan hal ini dengan mengadakan workshop Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Perluasan Akses Terhadap Bundling Layanan Keuangan dan Non-Keuangan di Mandarin Hotel Jakarta (20/8/2018). 

Workshop ini merupakan prakarsa KEIN sebagai bagian dari kajian dalam rangka peningkatan pendapatan petani, pembangunan ekonomi pedesaan dan pencapaian target inklusi keuangan.

Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Mercy Corps Indonesia melalui Program AgriFin Mobile yang didukung oleh Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC) telah memfasilitasi model kerjasama antara pemerintah,  BUMN, swasta dan kelembagaan petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian serta pendapatan petani. 

Ditawarkan dua model kemitraan yang telah difasilitasi. Pertama, akses terhadap layanan kredit, pendampingan praktek baik kegiatan pertanian, input yang berkualitas, asuransi pertanian, literasi keuangan dan akses pasar untuk petani jagung di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kedua, akses terhadap layanan keuangan tanpa kantor (Branchless Banking) dan layanan pinjaman bermitra dengan Kelompok Tani sebagai Agen Bank Umum untuk petani di Kabupaten Malang dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menariknya pemateri workshop tersebut para petani sendiri seperti Tias Dewi Ratih (Perempuan petani Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang), Agen branchless banking Bank Mandiri, Rinik (Ketua Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang yang merupakan petani pengguna aktif layanan branchless banking), Dian Laili Novitasari (Penyuluh Pertanian Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang) dan  para ahli.

Juga disampaikan pencapaian dan pembelajaran Program AgriFin Mobile. Pengalaman yang disampaikan oleh mitra Program AgriFIn Mobile dan petani penerima manfaat serta masukan yang diterima dari peserta workshop yang datang dari berbagai kalangan (regulator, pengambil kebijakan, lembaga keuangan, perusahaan bisnis pertanian, lembaga penelitian, kelembagaan petani).

“Kami berharap ini akan menjadi rumusan tindak strategis untuk KEIN sebagai input dalam penyusunan policy memo kepada Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan pendapatan petani, pembangunan ekonomi pedesaan dan pencapaian target inklusi keuangan,” kata Jennifer Bielman, Mercy Corps Indonesia Representative.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)