Plasticpay Mengantongi Pendanaan Hyundai

Plasticpay Dropbox, fasilitas pengumpulan sampah milik Plasticpay. (Foto : Dok)

PT Plasticpay Teknologi Daurulang meraih pendanaan dari Hyundai Startup Challenge untuk pengembangan bisnis yang mendukung program ekonomi sirkular dan penerapan bisnis berkelanjutan. Sejalan dengan langkah tersebut, Plasticpay terus melanjutkan ekspansi dengan menambah jumlah Dropbox Point dan area jangkauan memasuki kota-kota lain di Indonesia.

Hingga saat ini Plasticpay telah memiliki lebih dari 300 Plasticpay Dropbox dan lebih dari 5 unit Reverse Vending Machine untuk mengumpulkan sampah plastik secara digital. Suhendra Setiadi, selaku CEO Plasticpay mengatakan pihaknya bersama dengan induk usaha, yaitu PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), berekspansi dan gerakan-gerakan sosial lainnya untuk mengatasi masalah sampah terutama sampah botol plastik. “Kami menggandeng UMKM dan pegiat industri kreatif di Indonesia, untuk menciptakan produk-produk upcycle yang terbuat dari 100% sampah botol plastik yang telah di daur ulang oleh INOV. Sehingga sampah botol plastik tidak lagi berakhir di sungai, namun bisa disulap menjadi produk-produk dengan nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Suhendra dalam pernyataanya seperti dikutipSWA Online di Jakarta, Kamis (11/10/2021)

Plasticpay akan terus melebarkan sayap memasuki area-area baru untuk pemasangan Plasticpay Dropbox. Perusahaan menargetkan untuk langkah berikutnya akan memasuki Kota Solo yang kemudian berlanjut ke Kota Surabaya. Melalui langkah ini diharapkan Plasticpay dapat mengedukasi lebih banyak pihak dan bergabung dalam mendukung gerakan ekonomi sirkular demi terwujudnya penerapan ekonomi hijau yang dihimbau oleh pemerintah.

Kota Solo menjadi tujuan ekspansia karena sudah ada pabrik daur ulang milik INOV. Dengan demikian, setiap sampah botol plastik yang terkumpul akan diolah di pabrik tersebut, sehingga Plasticpay turut mengamankan pasokan bahan baku yang diproduksi oleh INOV. “Langkah ini juga merupakan upaya kami dalam meningkatkan recycle rate di Indonesia yang masih sangat rendah dibandingkan dengan produksi sampah plastik yang mencapai lebih dari 60 juta ton per tahun,” ungkap Suhendra.

Lebih lanjut Suhendra menjelaskan pihaknya bersyukur berhasil masuk sebagai tiga besar dalam Hyundai Startup Challenge 2021 setelah melalui berbagai tahap penilaian. Melalui program tersebut Plasticpay banyak mendapatkan transfer knowledge dari para ahli dan membangun jaringan, sehingga platform Plasticpay dapat berkembang lebih luas dan komprehensif. “Kami sangat bersyukur bisa mengikuti program yang ditawarkan oleh Hyundai Startup Challenge, dimana selama masa program akselerasi kami banyak mendapatkan transfer knowledge dari para ahli sehingga Plasticpay dapat semakin berkemban,” ucapnya. Terhitung selama mengikuti program ini, dampak sosial dari Plasticpay telah berkembang lebih dari 2 kali lipat.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)