PLN Didorong Meningkatkan Porsi Energi Terbarukan

Gurihnya Berbisnis Energi Terbarukan - Majalah SWA Edisi 07/2017
Ilustrasi Foto : SWA

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN dikabarkan sedang mempersiapkan instrumen pendanaan hijau dan berkelanjutan yang rencananya akan diluncurkan pada Januari 2021 seiring dengan dipublikasikannya Dokumen Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan.

Christina Ng, peneliti lembaga kajian internasional (IEEFA) mengatakan PLN sudah mengambil arah perkembangan yang tepat, namun kini PLN perlu bekerja keras untuk membangun kredibilitas di mata para investor. “Komitmen PLN untuk menyediakan energi bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia seiring dengan agenda pemerintah bisa jadi menarik minat investor ESG fixed income,” ujar Christina dalam pernyataan tertulis yang dikutip SWA online di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Kendati demikian, Christina mengingatkan kinerja BUMN ini dalam pengembangan energi terbarukan akan mendapatkan sorotan.” “Dari segi pengembangan energi terbarukan, PLN ketinggalan dari sejawatnya di tingkat regional maupun internasional. Perusahaan masih abai dalam menjalankan investasi proyek energi terbarukan sesuai dengan rencananya dan rekam jejaknya akan proyek yang sukses juga sangatlah terbatas,” sebutnya.

Christina mengusulkan PLN menyediakan informasi spesifik tambahan kepada para calon investor ESG mengenai perbedaan dari rencana investasi berkelanjutan PLN yang sekarang dibandingkan dengan yang masa lampau dan menyempurnakan beberapa hal, antara lainmembangun rencana yang spesifik dan kredibel disertai dengan komitmen perubahan kebijakan, membangun mekanisme untuk menunjukkan adanya transparansi, kapasitas internal, safeguard serta pemanfaatan dari hasil pendanaan obligasi yang lebih baik, memastikan pelaporan pasca penerbitan obligasi dilakukan dengan lebih optimal.

PLN dapat menunjukkan investor bahwa perusahaan ini ke depannya memiliki komitmen kuat akan proyek-proyek yang berkelanjutan dengan kombinasi sumber yang teruji seperti tenaga surya dan tenaga angin yang memiliki risiko implementasi yang relatif rendah dan bahwa proyek-proyek tersebut akan dimulai segera setelah pendanaan berhasil diperoleh. Selanjutnya apabila terjadi kegagalan dalam pelaksanaan proyek, maka tersedianya semacam penalti atau sanksi material lainnya di dalam ketentuan obligasi dapat menjadi tanda keseriusan PLN dalam melaksanakan komitmen hijaunya. “Menyusun suatu rencana implementasi yang kredibel tidaklah mudah, tetapi ini yang diharapkan para investor hijau,” ucapnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)