PLN Dukung Program Container Farming Pertama di Ibu Kota

PT PLN terus mendorong inovasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui PLN Peduli, perusahaan memberikan bantuan container farming dan grow light LED buah naga untuk Kelompok Tani Rumpaka yang mengelola pertanian perkotaan di Agroeduwisata Ragunan.

Ibrahim Ajie, tim pendamping Kelompok Tani Rumpaka menjelaskan, metode container farming merupakan metode baru dalam bercocok tanam. Mengedepankan aspek inovasi teknologi dan meningkatkan kualitas sayuran, metode ini dinilai sebagai solusi pertanian di tengah perkotaan. Sebab membuat sayuran hidroponik lebih cepat panen karena mendapat lingkungan yang terkontrol pencahayaan dan suhunya selama 24 jam penuh.

"Jadi bedanya, pertama lebih steril dan higienis. Karena tertutup rapat minim kontaminasi. Kalau di luar kan ada faktor suhu dan kontain baik hama dan penyakit. Jadi benar-benar melalui container farming membangun ruang menanam yang steril dan bersih," ujar Ajie.

Ajie menambahkan, untuk bisa menjalankan metode pertanian ini memang sangat bergantung pada listrik. Sebab, untuk bisa merekayasa enviroment seperti cahaya, kelembapan suhu serta pompa air untuk sirkulasi air hidroponik semua bergantung pada listrik. Oleh karena itu, kontainer berisi rak-rak hidroponik yang dilengkapi dengan lampu Grow Light LED sebagai pengatur cahaya dan sinar UV. Selain itu, dipasang air conditioner (AC) untuk mengatur suhu dan kelembapan yang sesuai dengan jenis tanamannya.

"Untuk satu project container farming butuh Lampu LED 10 watt. Kami pakai 240 lampu. Selain itu untuk kebutuhan listrik blower, sekitar 4.000 VA. Untuk AC 1.000 VA. Jadi total 5.500 VA," kata Ajie.

Pada udara terbuka, sayuran hidroponik seperti pokcoy mempunyai masa tanam 30-45 hari hingga panen. Sementara di dalam kontainer, waktu tanam bisa dipangkas hanya 25-30 hari. "Keunggulan metode ini selain kecepatan masa tanam yaitu tanaman lebih steril bebas hama serangga serta binatang lainnya yang memakan tumbuhan," lanjutnya.

Keunggulan lain menggunakan rak hidroponik bersusun adalah pada luas lahan yang sama akan mendapat hasil yang lebih banyak dibanding menanam langsung di tanah. Masyarakat juga tidak bergantung lagi pada musim karena berada di ruangan tertutup yang cahaya dan suhunya terkontrol, sehingga mereka bisa menanam berbagai jenis tanaman dari dataran tinggi yang bersuhu dingin.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Ririn Rachmawardini menyampaikan, inisiasi Container Farming di Agroeduwisata Ragunan dan menjadi yang pertama di Ibukota Jakarta. Tujuannya, sebagai sarana edukasi masyarakat tentang pertanian berbasis ruangan, terutama kota besar seperti Jakarta yang lahannya mulai terbatas.

Program ini juga dinilai memenuhi beberapa aspek dalam Sustainibility Developement Goals (SDGs) antara lain ketahanan pangan, edukasi, inovasi dan infrastruktur, kota dan komunitas berkelanjutan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. “Sejak bulan Juni, PLN Peduli memberikan pendampingan dan pembinaan kepada Kelompok Tani Rumpaka untuk mengoptimalkan metode container farming dan agro electrifying dengan tujuan agar lebih produktif,” ungkap Ririn.

Container Farming di Agroeduwisata Ragunan telah diresmikan menjadi wahana edukasi oleh PLN dan Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta pada 8 Oktober lalu. Masyarakat bisa langsung datang, melihat, serta belajar tentang bagaimana listrik menjadikan pertanian lebih modern dan cepat panen.

Agroeduwisata Ragunan sendiri merupakan kawasan hijau yang diinisiasi Dinas KPKP Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan telah diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin, sebagai sarana produksi, edukasi, inovasi teknologi, inkubasi bisnis, konservasi lingkungan hingga kawasan wisata yang berada di kota metropolitan, DKI Jakarta.

Dengan adanya kolaborasi dari PLN Peduli dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas KPKP diharapkan dapat memberikan nilai lebih dan manfaat edukasi bagi berbagai pihak, sehingga bisa meningkatkan ketahanan pangan untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)