PLN Kembangkan Kompetensi Lewat Program LMT

PLN sadar betul tantangan yang akan dihadapinya di masa depan. Tujuannya, menjadi entitas korporasi yang sehat secara finansial sehingga dapat melakukan investasi untuk mempertahankan market share. Karena itu, PLN harus efisien dan dapat memenuhi tingkat keandalan dan pelayanan sesuai ekspektasi pelanggan.

Dukungan SDM yang memiliki kompetensi tinggi dan berperilaku sesuai Good Corporate Governance (GCG) dan Code of Conduct (CoC) menjadi kekuatan yang harus dimiliki. Maka dari itu, PLN membagi jenjang kariernya menjadi dua, karier fungsional untuk kepakaran & ekspertis dan karier struktural melalui Leadership Management Training (LMT). Menurut Chief of Learning Officer PLN Corporate University, Wisnoe Satrijono, karier fungsional memiliki enam level. “Setiap enam bulan sekali kompetensi akan diukur. Kami melihat kinerjanya apakah telah seuai dengan standart yang ditetapkan. Untuk karir struktural dimulai dari supervisori, manajemen dasar, manajemen menegah, dan manajemen atas,” ujarnya.

PLN juga memiliki SIM KP (Sistem Informasi Manajemen Kinerja Perusahaan ) yang berguna memonitor kinerja setiap karyawan. Laporan keseluruhan akan ditampilkan melalui SIM KP, apakah kinerja karyawannya telah tercapai atau belum. Lewat SIM KP atasan juga dapat menilai kompetensi anak buahnya. “Untuk mereka yang nilainya bagus berkesempatan tugas belajar untuk lanjut S2 atau S3. Kami ada kerja sama dengan ITB, gabungan belajar di ITB Indonesia dan beberapa perguruan di LN. Ini memang inisiatif dari karywaan berdasarkan penilaian KPI dan seleksinya,” jelasnya. Program magang PLN selama 3 bulan ke perusahaan listrik di Korea juga dipersiapkan.

Klub untuk para talent potensial bernama HiPo (high potential) menjadi wadah untuk dicalonkan menempati jabatan tertentu. “Tahapannya ada assesment, lalu in class training, setelah itu ada leadership management training. Ada uji Project Asignment (PA) atau makalah tentang inovasi apa yang akan dia kerjakan selama 3. PLN juga menciptakan Action Learning yang merupakan class training di pusdiklat yang nantinya mereka kembali ke unit dan di evaluasi implementasi PA. Program berlangsung rata-rata 6 bulan untuk seluruh level. Untuk program HiPo semuanya dikontrol, dinilai, dan dievaluasi dengan sistem SIOMMA-SIOPPA.

Hasilnya, leader yang telah dihasilkan dari Leadership Management Training (LMT) ada yag telah dipromosikan hingga BOD di PLN Holding sebanyak 6 orang sejak tahun 2009. “Alumni LMT kami juga ada yang telah memimpin di anak usaha, diantaranya Sripeni Intan Cahyani, Dirut Indonesia Power 2015, Iwan Agung Firstantara, Dirut PJB. Bahkan ada juga lulusan LMT kami yang kemudian memimpin di BUMN lain seperti Eddi Sukmoro yang kini menjabat Dirut PT KAI,” ujarnya dengan bangga.

 

Reportase: Arie Liliyah

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)