PMN akan Gelar Konfrensi Asian Mediation Association

Fahmi Shahab, Direktur Eksekutif PMN (tengah), saat menjelaskan rencana konfrensi AMA ke 5, di Jakarta

Indonesia akan menjadi tuah rumah Konferensi Asian Mediation Association (AMA) ke-5 yang akan dilaksanakan 24-25 Oktober 2018 di Hotel Le Meridien, Jakarta. Konferensi internasional ini akan diselenggarakan oleh Pusat Mediasi Nasional (PMN). Menurut Fahmi Shahab, Direktur Eksekutif PMN, konferensi ini akan memberi banyak kesempatan untuk bertukar-pikiran tentang ide-ide baru dan perkembangan terakhir di bidang mediasi.

Ajang ini juga digunakan, jika ada orang yang tertarik pada mediasi, ingin tahu tentang mediasi, apa manfaatnya, dan bagaimana caranya mencari mediator profesional, konferensi sangat cocok.

Raymond Lee, senior mediator, menambahkan mediasi merupakan ilmu baru dalam penyelesaian sengketa, maka mediator membantu - bukan mengganti - peran lawyer sebagai praktisi penyelesaian sengketa. Terbukti, dalam beberapa studi di dunia internasional bahwa mediasi berhasil menyelesaikan sengketa secara cepat dan hemat, dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi bagi para pencari keadilan.

Diakui Raymond, kebanyakan pertanyaan tentang mediasi menyangkut kekuatan eksekusi dari kesepakatan perdamaian. Hal ini akan dijawab di dalam acara konferensi oleh George Lim, Chairman, Singapore International Mediation Centre, yang akan membawakan tema tentang terobosan rencana Konvensi UNCITRAL (United Nation Commission On International Trade Law) dalam hal mediasi yang akan diadakan di Singapore dengan tujuan meningkatkan kekuatan eksekusi pada kesepakatan perdamaian. Pembicara lain yaitu Dr Paul Gibson, Mediator Senior dari Australia, akan memperkenalkan inovasi dunia neuroscience dan pengaruhnya bagi mediator, lawyer, dan para praktisi penyelesaian sengketa.

Fahmi menambahkan, “Tingkat sukses yang dicatat di PMN untuk mediasi kasus di luar pengadilan mencapai lebih dari 90%, sedangkan untuk kasus yang sudah masuk di pengadilan mencapai 33%. Dengan kasus terbanyak adalah bisnis, keluarga, waris dan pertanahan."

Asosiasi Mediasi Asia didirikan di Singapura pada tanggal 17 Agustus 2007 oleh lima lembaga mediasi yang menjadi leader di kawasan Asia yaitu dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Filipina. Selanjutnya, bergabung Lembaga mediasi dari Thailand, India, Fiji, Cina, Jepang dan Mongolia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)