Pollux Investasi International Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 20%

Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Mr. Po Sun Kok (keempat kiri) didampingi CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Dr. Nico Po (kedua kiri) beserta jajaran Komisaris dan Direksi PT Pollux Properti Indonesia Tbk. disela-sela pemaparan publik (public ekspose) kinerja PT Pollux Properti Indonesia Tbk.

PT Pollux Investasi International Tbk. (POLI) -anak usaha Pollux Group International- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk pertama kalinya setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Januari lalu. Selama 2018, menurut Leonora Dewi Susanti, Direktur POLI, perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp408,60 miliar, naik dari Rp367,46 miliar pada 2017.

Kontributor terbesar untuk pendapatan POLI bersumber dari mal yang berlokasi di Semarang, dengan kontribusi sebesar Rp 182,26 miliar, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp 166,30 miliar. Kontribusi lain berasal dari hotel Rp 135,05 miliar, tumbuh dari Rp 121,71 miliar pada 2017, pengembangan Rp 84,67 miliar, naik dari Rp 75,52 miliar, serta administrator yang berkontribusi Rp6,61 miliar atau naik dari Rp3,92 miliar.

Dari sisi laba, POLI berhasil membukukan sekitar Rp 72,23 miliar, atau naik 10,67% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 65,62 miliar. "Tahun ini kami menargetkan pendapatan meningkat 20%, sedangkan labanya ditargetkan meningkat 15%," kata Leonora.

Untuk mengejar target tersebut, menurut Leonora pihaknya akan melakukan inovasi pelayanan terhadap customer, dan efisiensi biaya untuk meningkatkan laba pada 2019. Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan mendorong bisnis pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Selain POLI, PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL), anak usaha dari Pollux Group International juga menggelar RUPST untuk tahun buku 2018. Menurut Po Sun Kok Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk., tahun ini pihaknya mematok target marketing sales sebesar Rp 1,98 triliun atau naik kenaikan dua kali lipat dibanding tahun 2018.

Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2018 antara lain, Meisterstadt sebesar Rp 801,8 miliar, Chadstone sebesar Rp 511,3 miliar, Amarsvati sebesar Rp 94,6 miliar, World Capital Tower sebesar Rp 60,3 miliar, dan Gangnam District sebesar Rp 48,1 miliar.

Sedangkan pendapatan atas penjualan baru yang terjadi pada tahun 2019 terutama berasal dari booking sales proyek Chadstone sebesar Rp 176,7 miliar, World Capital Tower sebesar Rp 133,2 miliar, Meisterstadt sebesar Rp 85,1 miliar, Amarsvati sebesar Rp 47,7 miliar dan Gangnam District sebesar Rp 18,3 miliar.

Nico Po, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., menambahkan sepanjang 2018, pihaknya berhasil memperoleh kinerja cukup baik dengan membukukan penjualan Rp 928 miliar atau meningkat 110% dibanding tahun 2017 sebesar Rp 441 miliar.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan apartemen sebesar Rp 594 miliar dan penjualan perkantoran sebesar Rp 332 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat Rp 229 miliar atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp 100 miliar.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)