Pop Up Museum Gastronosia Pertama akan Hadir di Museum Indonesia

Ketua umum IGC, Ria Musiawan.

Indonesia Gastronomi Community (IGC) bekerja sama dengan SIJI Solusi Digital membangun ekshibisi gaya pop-up dengan tema Gastronosia: Dari Borobudur untuk Indonesia. Pop up museum ini akan menggambarkan mahakarya kuliner asli Indonesia Abad VIII – X era Kerajaan Mataram Kuno.

Ketua umum IGC Ria Musiawan mengatakan, inisiatif ini menjadi salah satu cara baru untuk memperkenalkan budaya gastro Indonesia. Ia pun berharap dengan adanya pop up museum ini dapat menarik minat masyarakat – terutama kalangan pelajar dan mahasiswa – untuk lebih menghargai budaya Indonesia melalui gastronomi. ”Selain itu dengan masuk ke agenda museum dapat mendukung upaya peningkatan diplomasi-gastro,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (20/06/2022).

Nantinya Gastronosia akan berkeliling ke berbagai museum di 4 kota: Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Denpasar. Pop up museum pertama akan diselenggarakan di Museum Nasional dari 27 Juni hingga 2 Juli 2022. Sementara untuk umum akan dibuka mulai 28 Juni pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

"Kami akan roadshow sepanjang tahun ini sehingga dibutuhkan sebuah perangkat yang bisa dibongkar pasang, namun dengan tampilan seperti museum permanen," lanjut Direktur Utama SIJI Solusi Digital, Dimas Fuady pada kesempatan yang sama.

Dimas menjelaskan, museum ini dirancang dalam lima segmen, di antaranya akan menjelaskan konsep Gastronosia, perihal Borobudur dan relief terkait makanan Mataram Kuno, ragam makanan di era tersebut, dapur masa lalu dan kini, hingga penerjemahan ke dalam makanan modern. Adapun kurator dari museum ini adalah ahli dari SIJI Agit Maulana, tim dari IGC Nia Sarinastiti dan Sumartoyo, dengan pendampingan Riris Purbasari dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu area yang akan hadir di Pop up Museum Gastronosia.

Selain pop up museum, akan diselenggarakan pula beberapa talk show yang mengangkat beberapa topik istimewa antara lain 'Gasto Diplomasi dalam Perspektif Indonesia', story telling untuk 'Memperkenalkan Gastronomi Indonesia', serta 'Gastro Marketing Bagi Pelaku Usaha Restoran dan Industri Terkait'. Ketiga talk show tersebut dapat diikuti pengunjung pada 28 Juni 2022, 30 Juni 2022 dan 1 Juli 2022 pukul 14.00 – selesai.

"Tujuan talk show ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi bagi khalayak umum akan khasanah gastronomi Indonesia khususnya makanan Mataram Kuno, memahami kemegahan gastronomi Indonesia serta memajukan gastro-diplomasi Indonesia," ungkap Koordinator Program Talk Show Renno Reymond.

Pelaksanaan Gastronosia di Museum Nasional ini dinilai sangat relevan mengingat terdapat prasasti Jawa Kuno yang juga dapat dikunjungi, yaitu prasasti Jeru-jeru dan Mantyasih. Pada Oktober lalu, IGC menyelenggarakan acara yang berkonsep pada perjalanan untuk memaknai sejarah gastronomi Jawa Kuno Abad VIII-X berupa Gastronosia Tour, pameran rekonstruksi Makanan Kuno Abad VIII-X Masehi, dan gala dinner.

Tahun lalu IGC dan SIJI juga telah meluncurkan Museum Gastronomi Indonesia (MGI) sebagai wadah yang berisi informasi tentang cerita sejarah, asal-usul, proses akulturasi budaya dari berbagai masakan yang dihidangkan dan dikonsumsi sehari-hari

Sebagai informasi, IGC merupakan sebuah komunitas non-profit Pecinta Makanan Indonesia yang mempunyai visi sebagai pelestari makanan dan minuman Indonesia beserta budayanya guna memajukan Indonesia. Sementara SIJI adalah perusahaan yang bergerak di bidang solusi digital. SIJI banyak terlibat dalam pembangunan sistem Internet of Things untuk pemanfaatan industri, museum, hingga kebencanaan. Siji juga terlibat pada beberapa proyek pembangunan museum, terutama dalam aspek interior, multimedia, dan pemanfaatan teknologi kreatif.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)