Potensi Industri Direct Selling Tahun 2018

Direct Selling (penjualan langsung) sebagai industri dengan metode pemasaran produk dan layanan secara langsung kepada konsumen secara tatap muka di luar lokasi ritel permanen, selalu bertumbuh positif di Indonesia setiap tahunnya. Nilai transaksi penjualan langsung di Indonesia pada 2016 mencapai US$ 1,184 juta atau Rp 15,75 triliun, meningkat 10% dari 2015 sebesar Rp 14,31 triliun dan meningkat 24% dari pencapaian 2014 sebesar Rp 12,68 triliun.

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) optmis industri direct selling bisa meningkat mencapai 15%. Hal tersebut disampaikan Djoko Hartanto Komara, Ketua Umum APLI dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/1/2018). “Prediksi di tahun 2018 ini kelihatannya ekonomi akan membaik, APLI optimis bisa meningkat sekitar 12% - 15%,” ujar Djoko.

Hal tersebut menurutnya didukung oleh faktor sumber daya manusia Indonesia yang besar sehingga menarik banyak perusahaan penjualan langsung baik lokal maupun asing untuk memperluas pasarnya di Indonesia. Menurut APLI, industri penjualan langsung di Indonesia pada 2014 melibatkan lebih dari 11.743.600 direct seller dan pertumbuhan direct seller pada 2011-2014 mencapai 11,3%

“Bappenas merilis pada 2030, Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, industri penjuaan langsung bisa memanfaatkan momentum ini. Fleksibilitas dalam hal jam kerja dan pendidikan menjadi keuntungan bagi penjualan langsung dalam menarik para penjual langsung,” ungkapnya.

Lebih lanjut Djoko mengatakan bahwa masih ada tantangan yang akan dihadapi industri penjualan langsung pada tahun ini menyangkut regulasi dan kesadaran masyarakat akan entrepreneurship. “Kami masih menunggu Permen yang masih belum direvisi, dan law enforcement yang perlu ditingkatkan lagi. Selain itu kesadaran entrepreneurship masyarakat Indonesia masih belum besar, karena mayoritas kita masih memenuhi hidup dengan ber-mindset karyawan,” urainya.

Mengatasi hal itu, APLI sedang berusahan meningkatkan kemampuan anggotanya dalam hal online infrastruktur. “tahun 2018 adalah masa transisi offline ke online, APLI sedang meng-upgrade kemampuan online mulai dari perspektif, edukasi, dan keahlia, sehingga peralihan dari Gen X ke Gen Y bisa smooth,” tambahnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!