Potensi Jakarta Menjadi Kota Startup Global

MIKTI dan BEKRAF paparkan potensi Jakarta menjadi kota potensial dalam ekosistem startup global

Indonesia yang kini memiliki empat unicorn atau perusahaan rintisan (startup) denga kapitalisasi lebih dari US$ 1 miliar, merupakan negara terbanyak di Asia Tenggara. Indonesia, utamanya Jakarta kota potensial dibangunnya ekosistem startup global.

Apalagi Pemerintah Indonesia makin berkomitmen dalam pengembangan industri digital tersebut melalui visi “Indonesia, The Digital Energy of Asia”. Dan di bawah BEKRAF, misi Membangun Ekosistem dan Memberdayakan Pelaku Ekonomi Kreatif diupayakan dengan cara mengenali para stakeholder (atau komponen) dan memfasilitasi agar terjadi kolaborasi di antara mereka.

Tahun ini BEKRAF bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) telah memulai inisiatif untuk membawa kota-kota di Indonesia masuk ke jaringan ekosistem startup global melalui Laporan “Accelerating Indonesia To Global Startup System” dan juga rencana kajian Indeks Kota Startup Indonesia (Startup City) yakni Kajian Indeks yang menunjukkan level kesiapan kota-kota di Indonesia sebagai ekosistem yang mendukung pertumbuhan startup-startup digital.

Deputi Infrastruktur BEKRAF Hari Sungkari, mengatakan, dengan empat unicorn yang telah dimiliki Indonesia saat ini, memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Indonesia perlu membangun ekosistem startup bertaraf global untuk menghasilkan lebih banyak startup yang akan memberikan kontribusi kepada ekonomi, khususnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” ujarnya di Kantor BEKRAF Gedung Kementerian BUMN Jalan Medan Merdeka Jakarta (08/08/2019).

Ia melanjutkan, dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, termasuk untuk subsektor aplikasi dan pengembang permainan, pemerintah selalu melibatkan aktor lain dari akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas terkait. Pemerintah, dalam hal ini Bekraf, telah menggandeng MIKTI dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital. Pada kesempatan kali ini Bekraf juga melibatkan pelaku bisnis yaitu BRI untuk bersama-sama mendukung perkembangan ekosistem startup global.

MIKTI sendiri berisikan para pelaku industri digital nasional yang sejak 2008 berkolaborasi dengan Pemerintah dan Industri untuk mendorong terbentuknya ekosistem industri digital yang sehat dan kompetitif.

“MIKTI mendukung perkembangan ekosistem startup global melalui program pengembangan komunitas, pengembangan talenta, penyiapan founder startup, inkubasi, dan pengembangan aspek pendukung lainnya,” tutur Ketua Umum MIKTI, Joddy Hernady.

Menurut laporan berjudul Global Startup Ecosystem Report 2019 (GSER) yang dirilis oleh Startup Genome pada Mei 2019, Jakarta merupakan penantang kuat (challenger) sebagai kota dengan ekosistem startup potensial di kancah global atau The Next Top 30 Global Startup. Jakarta setara dengan kota-kota besar seperti Seoul, Moscow, dan Tokyo.

Salah satu indikasi pertumbuhan positif tersebut karena Jakarta merupakan rumah bagi 4 perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 Miliar (unicorn), yakni: Tokopedia, Go-Jek, Traveloka, dan Bukalapak. Lahirnya empat Unicorn ini merupakan jumlah yang cukup signifikan mengingat di Asia Tenggara hanya tujuh startup yang berhasil masuk ke jajaran Unicorn (termasuk empat dari Indonesia tersebut).

Startup Genome memposisikan Jakarta sebagai  ekosistem startup dalam fase “Late-Globalization”. Ini berarti Jakarta sebagai sebuah ekosistem startup digital  memiliki posisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan  ekosistem lainnya yang berada pada fase “Early-Globalization”  dan fase “Activation”.

Startup Genome menilai Indonesia memiliki tingkat adopsi teknologi internet dan mobile yang sangat tinggi yang terlihat dari 75% dari transaksi belanja online dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile.

Lebih lanjut, laporan GSER menyebutkan sub-sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech. Menanggapi hal ini, BRI sebagai bank dengan aset terbesar dan jangkauan terluas juga memiliki peranan penting guna mewujudkan ekosistem startup global.

“BRI memiliki 3 bukti nyata dukungan terhadap ekosistem startup global. Pertama, membina talenta kreatif dengan mindset digital di mana BRI aktif sebagai anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia). Kedua, mewujudkan kolaborasi antara startup dengan program inkubasi UMKM bernama BRIncubator. Ketiga, mengembangkan komunitas guna mendukung ekosistem startup. Bank BRI bersama beberapa universitas di Indonesia bekerjasama membuat coworking space di dalam area kampus,” ungkap Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI, Indra Utoyo.

Diharapkan dengan adanya sinergi antara pemerintah melalui Bekraf, MIKTI, dan lembaga perbankan seperti BRI akan memperkuat kondisi ekosistem startup secara global dan menumbuhkan lebih banyak lagi startup unggulan.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)