Potensi Menggiurkan Propinsi Maluku

Said Assagaff Said Assagaff, Gubernur Maluku

Sebagai propinsi dengan luas wilayah mencapai 712 ribu kilometer persegi di mana lebih dari 90%-nya berupa lautan, Maluku menyimpan potensi perikanan yang luar biasa. Menurut Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, sepertiga dari produksi ikan nasional yang mencapai 9 juta ton per tahun dipasok dari propinsi ini. “Artinya sekitar 3 juta ton ikan per tahun dihasilkan dari Maluku,” jelas Zeth kepada SWA akhir Juli lalu. Dengan harga ikan yang rata-rata Rp 40 ribu per kg, lanjut Zeth, nilai industri perikanan dari propinsi ini mencapai sekitar Rp 120 triliun per tahun.

Dengan potensi sebesar itu, menurut Zeth, Maluku memenuhi persyaratan untuk dijadikan sentra perikanan nasional. Menurut pria 75 tahun yang tetap atletis dan gesit ini, ada dua persyaratan bagi propinsi yang ingin menjadi sentra perikanan nasional. Pertama, produksi perikanannya mencapai minimal 20% dari produksi ikan nasional. “Kami bahkan mencapai 30%.” Kedua, terdapatnya 2 wilayah penghasil perikanan. Sementara menurut Zeth, Maluku mempunyai 3 wilayah penghasil ikan, yaitu: Laut Banda dan sekitarnya, laut Seram dan sekitarnya, dan laut Arafuru dan sekitarnya.

Zeth menambahkan bawa untuk menjadikan Maluku sebagai sentra atau lumbung ikan nasional dibutuhkan dana sangat besar untuk membangun sejumlah infrastruktur seperti pelabuhan perikanan dan coldstorage. Selain itu juga diperlukan dukungan pengadaan kapal-kapal kecil untuk para nelayan. Guna mewujudkan hal tersebut jelas diperlukan peran serta dan dukungan pemerintah pusat. Menurut Zeth, Pemda Maluku juga membuka peluang lebar-lebar bagi investor untuk berpartisipasi baik investor nasional maupun asing.

Zeth Sahuburua Zeth Sahuburua, Wakil Gubernur Maluku

Potensi lain yang tak kalah menarik adalah bidang pariwisata yang meliputi wisata bahari, wisata sejarah dan wisata alam. Wisata bahari tak terbantahkan karena Maluku yang wilayahnya didominasi perairan memiliki banyak pantai dan lautan indah yang selama ini menjadi destinasi favorit para wisatawan nasional maupun mancanegara. Wisata sejarah juga tak kalah menariknya di mana Maluku yang dikenal sebagai sentra pala dan cengkeh banyak meninggalkan jejak sejarah kehadiran Belanda ke Maluku untuk berburu rempah-rempah. Maluku juga menyimpan sejarah karena menjadi tempat pengasingan tokoh nasional Bung Hatta dan Sutan Sjahrir yang dibuang Belanda ke Banda Naira.

Menurut Gubernur Maluku Said Assagaff, salah satu strategi yang sedang dilakukan untuk meningkatkan pariwisata ke Maluku adalah dengan membuka penerbangan langsung dari Saumlaki ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat ke Darwin. Penerbangan langsung dari Saumlaki ke Darwin hanya membutuhkan waktu 40 menit dengan pesawat ATR Garuda, lebih cepat dibandingkan penerbangan dari Denpasar ke Darwin yang memakan 1,5 jam. Selain akan meningkatkan jumlah wisatawan dari Australia, Said juga akan mengirimkan banyak lulusan SMA untuk melanjutkan belajar ke Australia. “Berapapun banyaknya akan kita kasih beasiswa,” tandasnya. Dengan belajar di Australia, lanjut Said, selain mendapatkan keahlian di bidang pariwisata, kesehatan dll dalam 3 tahun mereka juga sudah bisa berbahasa Inggris yang sangat diperlukan untuk memajukan pariwisata. Selama ini Pemda Maluku telah mengirimkan lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di sejumlah universitas di Indonesia seperti Universitas Udayana dan Pajajaran.

Zeth menambahkan bahwa upaya mewujudkan penerbangan langsung ke Darwin sudah tidak ada masalah dari sisi keimigrasian. “Mudah-mudahan akhir tahun ini penerbangan langsung sudah bisa diwujudkan,” jelasnya.

Menurut Zeth, pembangunan pariwisata juga memerlukan dukungan investasi untuk membangun berbagai sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan dan angkutan penyeberangan. Angkutan penyeberangan sangat diperlukan mengingat kondisi geografis Maluku yang terdiri atas pulau-pulau dengan sekitar 1340 pulau. Untuk saat ini, menurut Zeth, dari 11 Kabupaten/ Kota hampir semuanya sudah memiliki lapangan terbang yang bisa disinggahi pesawat-pesawat kecil ATR.

Kekayaan alam lain dari Maluku adalah bidang pertambangan, yaitu kandungan gas di Blok Masela yang disebut-sebut menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Penggarapan potensi gas ini kelak tak hanya akan memakmurkan Maluku tetapi juga akan punya andil besar terhadap perekonomian nasional.

Sujatmaka

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)