PPM Gelar Business Case Competition ke-10

PPM School of Management (PPM SoM) kembali menggelar Business Case Competition (BCC) bagi para mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi. Ini adalah tahun ke-10 gelaran akbar kompetisi kasus bisnis tingkat nasional tersebut diselenggarakan.

Kasus-kasusnya dibuat oleh Research Center and Case Clearing House (RC-CCH), divisi strategis PPM SoM yang membidani tugas riset, dan menggiatkan penulisan kasus bisnis yang tidak hanya untuk kalangan internal semata, namun untuk kalangan pendidikan lingkup nasional dan regional.

Seperti tahun sebelumnya, kasus bisnis yang diangkat adalah dari perusahaan-perusahaan lokal terkemuka di Indonesia. Tahun ini PT Paragon Technology & Innovation (PTI) mempercayakan salah satu mereknya yakni Make Over, sebagai kasus dalam The 10th PPM BCC dengan tema “Make Over: Channeling for The Next Generation Customer”.

“Partner sama dari PTI, tapi brand yang diangkat berbeda antara tahun lalu (Emina) dan tahun ini (Make Over). Tahun lalu topik yang diangkat terkait strategi komunikasi pemasaran, sedangkan tahun ini fokus pada integrasi omni channel,” jelas Ningky Munir, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Dalam ajang ini, para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang mereka serap sepanjang studi untuk berkompetisi dalam hal kualitas analisis, sintesis dan presentasi kasus bisnis yang belum pernah dipublikasikan.

Total ada 153 tim yang berasal dari 33 Universitas di Indonesia yang mendaftar. Kemudian terpilih 12 tim yang terseleksi dan berhak untuk mempresentasikan hasil pemecahan kasus bisnisnya. Kedua belas finalis kemudian beradu argumen, pandangan, pendapat di hadapan dewan juri dan perwakilan dari PT PTI.

Ningky menjelaskan, sehari sebelum masuk babak business pitching, peserta diajak berkunjung ke Pabrik PT PTI. Pada kunjungan tersebut, para peserta diajak berkeliling pabrik supaya mendapatkan pemahaman serta meningkatkan pengetahuan secara langsung mengenai brand Make Over yang dijadikan kasus.

Setelah melalui penilaian yang panjang dan mendalam, akhirnya keluar sebagai Juara 1: Kringer dari Universitas Bina Nusantara, Juara 2: Grey Team dari Universitas Indonesia, Juara 3: Bismillah dari Institut Teknologi Bandung, dan Juara 4: Satyadhana dari Universitas Indonesia.

“Para juara memiliki kelebihan antara lain mampu melihat masalah dengan tajam, mampu menganalisis dengan tools bisnis dan manajemen yang mutakhir, mampu untuk melakukan penggalian insight customer secara mandiri, dan kemampuan melahirkan ide-ide yang bisa diimplementasikan secara praktis oleh brand,” ungkap Ningky.

Ia menambahkan, kasus bisnis tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan ajar, baik dalam ranah pendidikan formal, maupun dalam beragam pelatihan manajemen yang tidak hanya dimanfaatkan oleh PPM SoM namun oleh entitas pendidikan manajemen lainnya, dengan skala nasional hingga internasional.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)