PPM Manajemen Dancing With Pandemic dengan Learning Technology

Dr. Ir. Triono Saputro, M.Si selaku Act. Executive Director PPM Manajemen

Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan bagi kehidupan manusia. Di Indonesia, pagebluk Covid-19 ini mengakibatkan keterpurukan ekonomi dan krisis kesehatan masyarakat. Ujung-ujungnya pandemi ini menurunkan daya beli konsumen dan mengakibatkan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), karena banyak perusahaan merugi dari kondisi pasar yang lesu.

Agar penularan virus Corona atau Covid-19 tidak menjalar ke mana-mana, pemerintah pun memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan lainnya dengan jaga jarak atau social distancing. Tentu saja, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam segala aktivitas.

Kendati mengakibatkan banyak dampak buruk, sesungguhnya pandemi ini ada sisi positifinya. Efek positif itu di antaranya terjadi perubahan perilaku masyarakat yang akhirnya banyak yang peduli dengan pentingnya kesehatan. Selain itu, adaptasi pada penggunaan teknologi yang ‘dipaksa’ lebih cepat untuk bisa menerima atau mengakselerasi. Alhasil, segala kegiatan dilakukan serba digital dan butuh teknologi (perangkat gadget dan jaringan Internet). Mulai dari kegiatan belajar dari rumah (learn from home), bekerja dari rumah (work from home/WFH), belanja dari rumah dengan e-commerce, layanan perbankan dari rumah (mobile banking) dan lainnya .

Kehadiran pandemi Covid-19 yang mempercepat proses digitalisasi di Indonesia ditanggapi dengan beragam respons oleh masyarakat, perusahaan atau lembaga. Ada yang acuh, ada pula yang antusias. Bagi yang tidak peduli digitalisasi sungguh malang karena bisa saja perusahaan atau organisasi terseok-seok dalam kondisi pandemi ini. Sebaliknya, bagi perusahaan yang antusias dan sigap dengan digitalisasi akan sangat siap dengan era teknologi modern ini.

Apalagi di era dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity), organisasi dituntut memiliki kemampuan berubah dengan cepat dan drastis. Dan begitu kedatangan musibah Covid-19, maka organisasi yang telah siap dengan perubahan dan kemajuan teknologi, tidak akan merasakan masalah besar saat ini. Hal itu dialami oleh PPM Manajemen.

“PPM Manajemen mampu Dancing with The Pandemic, dan tetap berkarya dengan melakukan inovasi dalam pelayanannya saat ini,” ujar Dr. Ir. Triono Saputro, M.Si selaku Act. Executive Director PPM Manajemen, dalam sambutannya acara  ‘Meet Media Darling PPM Manajemen 2021’ secara virtual dengan aplikasi Zoom (23/2/2021).

PPM Manajemen tidak terpuruk oleh pandemi, tapi cepat menyesuaikan diri atau beradaptasi. Dengan VUCA, Triono mengaku PPM Manajemen telah melakukan beberapa pembelajaran yang berbasis riset dan teknologi informasi, sehingga pandemi datang tidak membuat perusahaan kaget. “Pandemi ini memang krusial, tapi kami sudah siap,” tukas Triono. Jika kita bisa mempersiapkan diri sejak dini, maka di era pandemi tidak hanya survive, tapi juga berkembang. Kita bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen, Dr. Pepey Riawati Kurnia, M.M

Menurut Triono, saat ini PPM Manajemen merangkul teknologi, bahkan bisa dibilang melakukan investasi besar dalam teknologi, namun hal itu bukan mendadak. “Kami fokus menjadikan teknologi sebagai backbone layanan pembelajaran di PPM sejak satu dekade lalu. Sehingga pandemi Covid-19 hanya  menjadi percepatannya saja. Dengan begitu kami bisa dancing with the pandemic,” ujar Triono menegaskan.

Sejak diberlakukan WFH, PPM Manajemen membuat forum diskusi online gratis yang dikenal dengan nama Pojok Pintar Manajemen.  ”Pojok Pintar Manajemen adalah salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memfasilitasi individu dan perusahaan, agar tetap berkarya di tengah keterbatasan interaksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.” ujar Mira Nur Mutia selaku Manajer Komunikasi Korporat PPM Manajemen yang turut mendampingi direksi dalam acara ini.

Dari Pojok Pintar Manajemen ini akhirnya terbentuklah sebuah komunitas yang disebut PPM Community dengan tujuan sebagai "A place to learn, to ask, to discuss about management”. Ragam komunitas dihadirkan sesuai dengan bidang peminatan dari “alumni” peserta Pojok Pintar Manajemen. Ada 5 bidang peminatan, HCM: Human Capital Management, LTD: Leadership and Talent Development, GRC: Governance, Risk and Compliance Community, OPEX: Operations Excellence Community, dan INV: Innovation Community.

Singkat kata, dengan segala persiapan teknologi sejak dini yang mumpuni, lembaga manajemen pertama Indonesia ini termasuk yang tak kaget dengan situasi pandemi yang salah satu imbasnya adalah pembatasan aktivitas sosial berskala besar. PPM Manajemen juga menggerakkan kampanye  #pantangberhentiberkaryadan ayo #bangkitraihbersama PPM Manajemen.

Dalam acara tahunan bersama media ini, selain Triono, PPM Manajemen juga menghadirkan sejumlah pembicara yang pakar di bidangnya. Ada Prof. Bramantyo Djohanputro, MBA, Ph.D.selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen, Dr. Pepey Riawati Kurnia, M.M.

Dalam kesempatannya, Prof. Bram menyampaikan bahwa PPM School of Management (PPM SoM) telah menerbitkan produk baru, yakni Mini MM dengan kelas khusus Perusahaan (PT SSL) dan kelas heterogen. PPM SoM juga mendapatkan predikat Unggul dari BAN-PT dan di Journal of Management and Business Review (JMBR) berhasil meraih peringkat 3. Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana PPM SoM berhasil menjuarai 15 lomba dan lebih dari 40 orang menerima beasiswa. PPM SoM juga telah berkolaborasi dengan organisasi taraf internasional seperti KBRI Cairo dan Persatuan Pelajar Indonesia se-Dunia untuk menyebarkan ilmu manajemen bisnis.

PPM Manajemen menghadirkan sejumlah pembicara yang pakar di bidangnyadalam acara Meet Media Darling PPM Manajemen 2021

Sementara itu Dr. Pepey Riawati Kurnia yang menjelaskan program barunya di Jasa Pengembangan Eksekutif, bernama “PodManis – Podjok Manajemen dan Bisnis”,  sebuah podcast yang dikelola dengan semangat menjadi relevan bagi anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap tema bisnis dan manajemen yang dibawakan secara ringan. Podcast akan resmi mengudara per 1 Maret 2021.

Dengan tagline “Your one stop management and business channel”, PodManis diharapkan menjadi sumber utama bagi para pendengar podcast di Indonesia untuk mendapatkan konsep penerapan teori manajemen dan bisnis pada kehidupan sehari hari.

Tak ketinggalan produk baru bernama PPS (Program Pelatihan Sertifikasi) yang eksis Oktober 2020 lalu. Hadir sebagai jasa pelatihan sertifikasi berlisensi yang berpengalaman,  terpercaya, serta mencakup seluruh bidang fungsional manajemen, berskala nasional dan internasional. Hal ini buah dari pengalaman PPM Manajemen yang telah lebih dari 15 tahun menjadi lembaga sertifikasi, memberikan jaminan sertifikasi kompetensi berskala nasional dan internasional.

PPM Manajemen memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), kini dipercaya oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk melaksanakan uji sertifikasi online/asesmen jarak jauh (AJJ) sejak Mei 2020. Dengan adanya AJJ ini memberikan nilai tambah bagi seluruh rantai nilai dalam proses sertifikasi profesi karena kini sertifikasi dapat dilakukan dari mana saja.

Menurutnya, saat ini kualitas layanan yang terjamin dan terpercaya dari PPM Manajemen sebagai lembaga manajemen pertama di Indonesia menyediakan solusi jasa layanan terintegrasinya melalui Program Pengembangan Eksekutif, Asesmen SDM, Sekolah Tinggi Manajemen, Riset dan Konsultansi, Pembelajaran Inggriya (In-House Learning), Publikasi & Seminar, Program Pelatihan Sertifikasi, dan Solusi Teknologi Pembelajaran.

Teknologi Jadi Backbone Pembelajaran PPM Manajemen

Triono menjelaskan, PPM Manajemen berfokus pada pembelajaran dengan teknologi sebab tidak bisa dipungkiri dewasa ini kita concern pada learning experience, maka sudah pasti membutuhkan learning technology. Dan itu tidak hanya berlaku bagi PPM Manajemen semata, tapi bagi seluruh perusahaan di Indonesia.

Dari sana maka lahirlah Solusi Teknologi Pembelajaran (STP) sebagai jasa layanan terbaru PPM Manajemen. STP sendiri memiliki dua jenis service and solution. Pertama,  Content Development Services, yaitu jasa bagaimana mengubah konten pembelajaran konvensional menjadi konten berbasis digital atau biasa disebut e-learning. Kontennya meliputi podcast, video, animasi interaktif, page turner, game based learning. Pendekatan yang biasa dibangun PPM Manajemen  adalah Mikro Learning.

Kedua, Digital Platform Pembelajaran atau biasa disebut Learning Management System (LMS). Layanan ini memberikan dua skema yang ditawarkan: pertama, LMS Development yaitu membangun dari awal nanti dioperasionalkan oleh klien. Kedua, LMS Manage Services, yaitu menyewa dari PPM Manajemen dan dibantu dalam pengoperasiannya.

“Ketika dilakukan learning experience dengan metode interaktif. Sehingga peserta diberi kesempatan praktek langsung dan berdiskusi,” ungkap Triono.

Kegiatan di PPM Manajemen tetap dengan protokol kesehatan ketat saat pandemi Covid-19

Bicara soal bagaimana pembelajaran dalam konteks virtual, PPM Manajemen juga sudah memiliki Virtual Experiential Learning yang masih terus berkembang desain pembelajarannya. Pengalaman training yang diberikan PPM Manajemen tetap terjaga dalam Virtual Experiential Learning karena menggunakan metode yang interaktif dan tetap memberikan dampak pembelajaran serta ditunjang dengan penggunaan teknologi berupa aplikasi sebagai pendukung pembelajaran yang terbaru.

Sejauh ini PPM Manajemen telah melakukan pengolahan data pada sekitar 700 karyawan di perusahaan Indonesia pada tahun 2020. Dari hasil tersebut, digambarkan bahwa Learning Agility memiliki korelasi positif dengan beberapa kompetensi yang dapat mendukung bisnis perusahaan dan menghadapi tantangan perubahan seperti kompetensi strategic thinking, business orientation, innovation dan digital savvy.

Itulah sebabnya,  penting bagi para praktisi SDM untuk mencari, bahkan mengembangkan karyawan yang memiliki Learning Agility agar mereka dapat beradaptasi dalam menghadapi era yang semakin cepat berubah. Sebab, dengan Sumber Daya Manusia yang baik maka dapat menunjang kinerja organisasi.

Maklum, sudah menjadi pandangan umum bahwa banyak manfaat e-learning, terlebih pada level korporasi mulai dari fleksibilitas tempat dan waktu dalam mengakses pembelajaran, efisiensi biaya transportasi, akomodasi, efektifitas peningkatan retensi pengetahuan dan lainnya.

Faktor utama yang perlu dipertimbangkan oleh organisasi yang mempunyai niatan untuk menjadikan e-learning sebagai bagian nyata dari salah satu strategi pembelajaran organisasi adalah memastikan organisasi tersebut siap untuk berubah dan meninggalakn cara-cara konvensional secara bertahap maupun komprehensif.

Sesungguhnya model e-learning tidak hanya untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan untuk mengimplemantasikan e-learning. Tetapi yang lebih penting adalah dapat mengungkap faktor atau area mana yang masih lemah dan memerlukan perbaikan, dan area mana sudah dianggap berhasil atau kuat dalam mendukung implementasi e-learning.

Pada tahap analisis, model e-learning digunakan untuk menyusun dokumen kebutuhan yang menjadi base line untuk tahap desain, pengembangan, dan implementasi. Pada tahap evaluasi, model e-learning untuk mengukur keberhasilan dan menentukan recycling decission untuk proses perbaikan pada periode berikutnya.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)