Praktisi PR Wajib Bisa Menulis

Di era modern saat ini, semua perusahaan memiliki media publikasi baik itu berupa situs web, media sosial, majalah, newsletter, maupun media publikasi lainnya. Di sinilah peran penting praktisi Public Relations (PR) dalam membuat konten untuk media yang dimilikinya dengan menciptakan narasi untuk story telling perusahaan. Tak hanya mampu berkomunikasi secara lisan, keterampilan menulis dan menguasai teknik jurnalistik pun menjadi syarat utama bagi seorang PR.

Kemampuan itu lah yang diajarkan pada workshop “Jurnalisme Perusahaan, Keahlian Wajib Praktisi PR di Era Industri 4.0” yang diselenggarakan oleh majalah MIX MarComm dan SPOT Corporate Communication SWA Media Group. Workshop ini ditujukan kepada para profesional di bidang korporat komunikasi, PR, Corporate Secretary, Corporate Communications, dan Marketing Communication (MarComm) perusahaan maupun agensi PR.

Editor Majalah MIX, Lis Hendriani, mengatakan, dengan adanya workshop ini praktisi-praktisi PR bisa menjadi jurnalis bagi perusahaannya sendiri. “Membuat konten untuk owned media membutukan keterampilan, karena tidak semua orang bisa menulis apalagi dengan latar belakang setiap orang yang berbeda-beda. Ada yang bisa menulis tapi tidak tahu cara membuat angle yang tepat, enak dibaca, dan menarik,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan materi mengenai prinsip-prinsip penulisan jurnalisme, menulis news release dan feature release bernilai berita, mengenal landscape dan karakteristik media massa di Indonesia, cara membangun narasi dan story telling yang menguntungkan perusahaan, mengubah data ‘garing’ menjadi tulisan yang renyah dan menarik, serta kiat menulis untuk media online perusahaan.

Walaupun tanpa promosi di majalah MIX maupun SWA, antusias perserta untuk mengikuti workshop ini cukup baik, bahkan beberapa peserta datang dari luar DKI Jakarta seperti Indramayu dan Kalimantan Utara. “Kami hanya melakukan promosi di media sosial dan antusiasnya cukup baik. Total ada 12 peserta yang mengikuti workshop ini,” kata Lis.

Peserta pun merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Dita Andriasari yang berprofesi sebagai Asisten to CEOs, PT Thinksmart Ide Brajendra, mengatakan, bahwa dirinya memerlukan keterampilan menulis untuk memenuhi tugasnya dalam content writing. “Di kantorku content writing itu salah satu kegiatannya, pekerjannya, tentu dengan mengikuti kegiatan ini kami dapat mengembangkan skill dalam penulisan” tuturnya yang berharap dapat mengikuti kembali workshop ini.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)