Prasetiya Mulya Cetak Entreprenur Berbasis Sains dan Teknologi

Universitas Prasetiya Mulya menggelar kuliah perdana 2017 untuk para mahasiswa baru. Kuliah ini dihadiri rektor Universitas Prof. Dr. Djisman Simanjuntak, pengurus yayasan, dan dosen. Adrian Lembong, Direktur Teknologi PT Adaro Power memberikan orasi ilmiah.

 

Dalam orasi ilmiahnya, Adrian mengatakan, terjadinya perkembangan teknologi yang pesat menimbulkan tantangan baru bagi manusia, yaitu untuk meningkatkan efisiensi dari segala aspek. Dengan efisiensi, manusia bisa lebih berkembang dari masa-masa sebelumnya. Setiap orang dituntut untuk terus berpacu dengan beragam informasi yang tidak hanya terbatas pada satu bidang, namun juga harus mengetahui bidang-bidang lain,” Indonesia memiliki potensi entrepreneurship yang besar, maka bidang bisnis, science, dan engineering harus bersinergi agar hasil yang diciptakan bisa lebih optimal.”

Sementara itu, Prof. Dr. Djisman Simanjuntak, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, menjelaskan, Indonesia harus memiliki banyak wirausahawan berbasis sains terapan dan teknologi. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk terbebas dari jebakan negara dengan pendapatan menengah. “Pendidikan tinggi akan selalu berubah sesuai dengan zamannya, dan tantangan Indonesia adalah keluar dari perangkap kesedanganan," ujarnya.

Menurut Djisman, kolaborasi antar disiplin ilmu adalah mutlak dilakukan untuk memecahkan berbagai persoalan manusia di abad ke-21 ini. "Saat ini Indonesia tengah mengalami defisit kewirausahaan berbasis sains dan teknologi. Padahal, Indonesia dikaruniai bahan baku untuk pengembangan wirausaha yang luar biasa. Inilah yang disebut entrepereneurship enigma. Kita memiliki bahan baku yang banyak, namun defisit," kata dia.

Cross over study antara bisnis dan teknologi yang dihadirkan Prasetiya Mulya dianggap dapat memenuhi kebutuhan dunia bisnis dan teknologi saat ini. Dengan menghilangkan sekat-sekat tersebut, diharapkan akan melahirkan inovasi yang dapat menjawab tantangan dan persoalan manusia, wabilkhusus di bidang industri dan bisnis.

Untuk menciptakan lulusan yang aplikatif di dunia kerja, universitas bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk menyinergikan kurikulum dan juga menerapkan sistem internship. Hal ini dilakukan agar mahasiswa memiliki sensitifitas pada persoalan di dunia industri dan diharapkan dapat menciptakan inovasi baru di bidang tersebut. Terciptanya kolaborasi antara universitas dan perusahaan, sudah bukan hal baru lagi di dalam dunia pendidikan. German menjadi salah satu negara yang menerapkan sistem kolaborasi ini di dalam pendidikanya, Hal ini dilakukan sebagai bekal profesionalitas dan juga sebagai salah satu cara dalam memahami persoalan riil di dunia industri.

Demi mewujudkan kolaborasi tersebut, saat ini Prasetiya Mulya telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan, nasional maupun multi nasional seperti, Adaro, Microsoft, Schneider dan menunjuk Universitas Waterloo sebagai partner dalam pengembangan konsep. "Kami telah menggunakan konsep work integrated learning dari mulai universitas ini berdiri , dan hingga sekarang kami terus mengembangkannya secara konsisten,” ujar Djisman.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)