Prinsip 3P Dongkrak Kinerja Garda Oto

Chief Marketing Officer-Retail Business PT Asuransi Astra Buana Gunawan Salim.

Asuransi Astra Buana (AAB) berhasil membukukan premi gabungan sebesar Rp4 triliun di tahun 2016, Garda Oto sendiri mencatatkan premi Rp2,5 triliun. Kinerja baik bisnis Garda Oto yang dilakukan tak pelak dari 3P yang menjadi prinsip perusahaan, people, process, portofolio. Tiga hal ini dijalankan perusahaan secara serentak dan beriringan.

Garda Oto berusaha menciptakan people yang berkompeten berguna untuk menjunjung proses bisnis yang baik dan menghasilkan portofolio yang luar biasa. Menurut Chief Marketing Officer-Retail Business PT Asuransi Astra Buana, Gunawan Salim, 3P diwujudkan dalam bentuk service dan branding secara terintegrasi dan bersamaan. Selain itu, selalu melihat tren yang ada di masyarakat, seperti mengadopsi digitalisasi yang sesuai dengan bisnis perusahaan dan costumer.

Kecenderungan masyarakat di era digital mengakomodir kebutuhannya lewat gadget yang ia miliki. Ini terjadi juga dalam dunia asuransi. Garda Oto tidak mau ketinggalan, berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa orang akan membeli asuransi melalui gadget mereka. “Ke depan, arahnya akan melalui internet semua. Garda Oto melihat tren zaman sudah mengarah ke digital. Kami menyiapkan itu sejak 2014 lalu dan di tahun 2016 diluncurkan Medcare. Garda Oto adalah perusahaan asuransi umum di Indonesia yang paling digital, semua sudah memakai format digital,” ungkap Gunawan.

Inovasi dalam layanan dikembangkan Garda Oto antara lain Garda Center yang lebih digitally, CR access untuk memantau dan mengelola asuransi komersial, HR access untuk melihat history claim karyawan, serta claim summary setiap bulannya, Oto Care dan Medcare. “Ke 4 komponen tersebut kami namakan Garda Mobile. Garda Oto adalah perusahaan asuransi yang paling digital di Indonesia,” ujarnya. Garda Oto yang dulunya konvensional kini menjadi digital.

Garda Oto fokus untuk membudayakan dan mengajarkan sales asuransi untuk menggunakan aplikasi bernama Autosales yang saat ini masih dalam internal perusahaan dan nantinya akan diluncurkan untuk eksternal. Saat ini penetrasi asuransi Garda Oto masih 5-6%, maka dari itu peluang di Indonesia masih sangat besar. “Market disini masih besar, kami memiliki 26 cabang di Indonesia, 22 Garda Center, dan 200 lebih titik insurance administrator di pelosok-pelosok daerah. Hal ini dilakukan untuk memberikan service kepada konsumen,” tutupnya.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)