Prodia Bukukan Pendapatan Bersih 1,12 Triliun per Kuartal III 2018

                                                                                     Dewi Muliaty, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk.

 

PT Prodia Widyahusada Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 1,12 triliun pada kuartal III 2018, atau tumbuh 7,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba Perseroan juga tumbuh sebesar 7,7% menjadi sebesar Rp 106,49 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 98,90 miliar. EBITDA (earning before interest, tax, depreciation and amortization) juga mengalami peningkatan menjadi Rp 166,02 miliar dari Rp 155,78 miliar di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan bersih Perseroan berasal dari kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan yang terdiri dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga dan klien korporasi. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 32,97% dan 31,38% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 20,65% dan 15,00% terhadap pendapatan perseroan.

Dewi Muliaty, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, mengatakan bahwa pencapaian kinerja Prodia yang positif untuk sembilan bulan pertama di tahun 2018 mencerminkan fokus Prodia yang berkelanjutan terhadap keunggulan operasional di kegiatan bisnisnya. “Di tengah kondisi pasar yang penuh dengan tantangan, Perseroan tetap dapat mempertahankan kinerja keuangan yang solid. Kami terus fokus pada keunggulan Perseroan dalam layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas terdepan dan penggunaan teknologi untuk mempermudah pelanggan dan masyarakat dalam menikmati layanan Perseroan,” tutur Dewi.

Per 30 September 2018, total aset perseroan menjadi sebesar Rp 1.840,59 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp 1.087,69 miliar dan aset tidak lancar menjadi Rp 752,89 miliar. Sedangkan, total liabilitas turun sekitar 24,3% atau sekitar Rp 117,8 miliar, menjadi Rp 367,29 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai Rp 485,11 miliar. Adapun total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 115,62 miliar dari Rp 147,11 miliar pada tahun sebelumnya. Total liabilitas jangka panjang Rp 251,67 miliar turun dari Rp 337,99 miliar pada tahun 2017.

Penurunan jumlah liabilitas perseroan disebabkan oleh penurunan liabilitas jangka pendek lainnya sebesar Rp 17,5 miliar atau sebesar 48% yang disebabkan oleh penurunan hutang pembelian aset di tahun 2018. Selain itu, hutang bank jangka panjang jatuh tempo satu tahun juga mengalami penurunan sebesar Rp 12,3 miliar atau sebesar 74,8% akibat pembayaran cicilan hutang dan tidak adanya penambahan atas hutang bank sampai dengan periode September 2018.

Total ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1.473,29 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.363,09 miliar. Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi per 30 September 2018 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp 127,06 miliar, atau naik sebesar 74,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 72,90 miliar. Hal ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang tinggi dengan dukungan kenaikan arus kas masuk dari pelanggan.

"Perseroan tetap berupaya untuk meningkatkan efisiensi dari kegiatan operasional internal. Kinerja selama sembilan bulan di tahun 2018 ini menunjukkan bahwa Perseroan dapat tetap mempertahankan arus kas dan likuiditas yang kuat di tengah kondisi yang penuh tantangan. Kami terus fokus pada upaya untuk menjaga kas, efisiensi biaya dan mengurangi hutang,” jelas Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)