Produk Industri Pertahanan Ini Raih Penghargaan Rintek 2018 Kemenperin

PT Hariff Daya Tunggal Engineering (HDTE) meraih penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) yang digelar oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Produk HDTE yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah BMS (Battlefield Management System) CY-16H.

Airlangga Hartato, Menperin RI menyerahkan penghargaan tersebut kepada Dirut HDTE Budi Permana di Gedung Kementerian Perindustrian RI. "Penghargaan Rintek merupakan apresiasi  tertinggi dari pemerintah pada perusahaan yang telah menghasilkan perekayasaan invensi dan inovasi teknologi di Indonesia. Pada tahun ini, penghargaan Rintisan teknologi diberikan dalam ajang Innofest, pameran industri bertajuk “Internalisasi Industri 4.0 : Building Innovation For Making Indonesia 4.0”. Semoga penghargaanini memacu untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Airlangga.

Penghargaan Rintek bagi HDTE ini sudah dua kali diraih, setelah sebelumnya produk HiMAX231 (Hariff Interoperability Microwave Access) tahun 2008, yang termasuk dalam klasifikasi teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). “Dengan adanya penghargaan terhadap produk teknologi terbaru kami, yakni  BMS CY-16 H, maka akan semakin memacu kami untuk melakukan inovasi-inovasi melahirkan produk-produk teknologi yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Budi Permana, Dirut HDTE.

Produk BMS CY-16 H menyisihkan 16 finalis lainnya yang berasal dari berbagai bidang teknologi karena dianggap memiliki banyak kelebihan dalam segi fitur, disamping itu BMS CY-16H merupakan produk murni karya anak bangsa, dibuktikan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi. Melalui Litbanghan (Penelitian dan Pengembangan Pertahanan) bersama Dithubad (Direktorat Angkatan Darat) sejak 2012, seluruh rangkaian pembuatan, mulai dari rancangan hingga produksi didasarkan para doktrin TNI-AD sendiri,dan dikerjakan sepenuhnya oleh engineer Indonesia tanpa bantuan pihak asing sedikitpun.

BMS CY-16H juga pernah dipamerkan dalam ajang berskala internasional, yaitu  IDEF ( International Defense Industry Fair) di Turki pada tahun 2017. Nama produk BMS CY-16H sendiri merupakan pemberian dari KSAD Jenderal Mulyono, yang memiliki arti Carati Yudha ( pengatur pertempuran) 2016 Hariff. “BMS CY-16H merupakan  produk ICCS (Integrated Command & Control System) yang dapat menjembatani dan mengamankan komunikasi diseluruh hierarki yang ada di TNI-AD, mulai dari pos komando hingga pasukan,” kata Muhamad Uco Isnaini, GM HDTE.

Dengan BMS, komando juga dapat memantau posisi dan kondisi pasukan yang ada di medan perang. Layaknya smartphone, selain dapat mengkomunikasikan suara, BMS juga dapat mengkomunikasikan data-data yang ada di lapangan dengan kecepatan yang tinggi, sehingga dapat meminimalkan miss komunikasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan. BMS CY-16H saat ini sudah terpasang di sebagian Kendaraan Tempur (Ranpur) dan Kendaraan Taktis (Rantis) Milik TNI-AD, PT. Hariff DTE juga tengah mengembangkan BMS Personil yang untuk digunakan oleh pasukan Infanteri TNI-AD.

Budi berharap BMS juga dapat digunakan juga oleh dua kesatuan matra lainnya, yaitu TNI-AU dan TNI-AL dan ia meyakinkan bahwa BMS CY-16H dapat bersaing dengan BMS mancanegara. “Sejak berdiri pada 1982kami berkomitmen untuk mengembangkan teknologi secara berkesinambungan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negeri,” tegas Budi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)