Produsen Gawai Advan Klarifikasi Rumor Pailit

Chandra Tansri, Direktur Operasional Advan (kanan)

Manajemen PT Bangga Teknologi Indonesia (BTI), produsen smartphone dan tablet PC asli Indonesia merek Advan, mengklarifikasi soal rumor perseroan dikabarkan pailit. Isu itu bermula dari beredarnya informasi di masyarakat, yaitu pemberitaan mengenai dugaan rekayasa pailit PT Advan Teknologi Solusi (ATS). Faktanya, perusahaan tersebut (ATS) tidak ada kaitan maupun hubungan dagang serta lainnya sama sekali.

Perihal beredarnya pemberitaan tentang proses hukum tersebut dengan pencatuman foto atau logo dari Advan adalah salah kaprah. Sehingga menimbulkan tanggapan negatif terhadap merek dagang produk Advan yang selama ini dikenal dengan penghasil produk-produk gawai nasional. “Kami menyayangkan kepada media yang menggunakan logo merek dagang atau gambar produk. Sehingga menyebabkan salah persepsi dan kerugian bagi Advan,” jelas Chandra Tansri, Direktur Operasional Advan di Jakarta (8/2/2019).

Chandra mengklaim, BTI selaku pemegang merek dagang Advan, menyatakan patuh, mendukung terhadap peraturan pemerintah yang berlaku. “Mulai dari peraturan perpajakan yang ada, hingga Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Untuk TKDN, Advan masih yang tertinggi di industri smartphone dalam negeri. Advan pun menjadi satu-satunya brand Indonesia yang bersaing dengan brand global di top 5,” ujarnya menegaskan.

Ke depan, manajemen Advan berjanji akan terus menghadirkan produk teknologi smartphone dan tablet untuk Indonesia. “Tentunya teknologi serta fitur dibutuhkan masyarakat juga dengan harga yang sesuai,” dia menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ellen Angerani Gunawan, GM Sales Advan, menuturkan, dampak yang ditimbulkan dari rumor pailit adalah kegelisahan para deler dan customer produk-produk Advan, sehingga muncul banyak pertanyaan. Untuk dampak finansial, sejauh ini tidak ada. “Kembali saya tegaskan bahwa Advan tidak pailit. Kalau pailit, pasti kami duluan yang ada di level manajemen akan dirumahkan. Saat ini kondisi Advan Mobile masih sehat,” ungkapnya.

Malahan, tahun 2019 ini, Advan sudah menyiapkan berbagai jurus ekspansif. Salah satunya, akan merilis sejumlah produk baru. “Tahun 2019 kami akan fokus meluncurkan beberapa produk baru, utamanya smartphone yang harganya Rp800 ribu – 1,5 juta. Selain itu, bakal merilis smartphone yang harganya di atas Rp2 juta hanya 1-2 tipe dalam satu semester,” jelas Ellen.

Adapun target penjualan hingga pengujung tahun 2019, tumbuh 20% dari pencapaian tahun 2018. Strategi marketing Advan tahun ini terbilang konservatif, dibandingkan tahun 2018 yang agresif. “Ya, tahun 2018, kami banyak sekali meluncurkan smartphone baru yang harganya di atas Rp1 juta. Saat ini kami juga masih mensponsori acara ajang pencarian bakat menyanyi 'Rising Star'. Misi Advan adalah teknologi tidak mahal untuk masyarakat dengan harga terjangkau,” dia menguraikan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)