Program IHCS Magang Bersertifikat Pacu Talent Berkualitas Global

Forum Human Capital Indonesia (FHCI) kembali menyelenggarakan Indonesia Human Capital Summit (IHCS) untuk yang kedua kalinya.

Ini adalah kegiatan summit dan eksibisi sebagai wadah bagi para pengelola human capital di lingkungan BUMN untuk saling berinteraksi, belajar, dan bersinergi demi kemajuan pengelolaan sumber daya manusia/SDM di Indonesia.

Tahun 2017 ini, The 2nd IHCS 2017 mengangkat tema “Fostering Indonesia Heroes: The Future Competitive Great Talent” yang menghadirkan sejumlah pembicara dari pemangku kepentingan terkait SDM. Herdy Harman, Ketua Umum FHCI mengatakan, gelaran tahun kedua ini memfokuskan untuk memacu talenta Indonesia agar memiliki daya saing global.

“Dari sisi summit fokus yang dibicarakan bagaimana talenta-talenta indonesia bisa tampil global, semua pembicaraan dalam forum ini pembicaraannya ke arah sana. Mereka yang bekerja di luar negeri memberikan sharing, seperti Archandra, dan Dino Patti Djalal, ada juga Livi Zheng, Tontowi dan Lilyana," ujar Herdy,

Menurutnya, sebetulnya talent kita itu tidak kalah, makanya para pemangku kepentingan di sini harus ada yang memikirkan dan mengorkestrasi. Mulai dari mengidentifikasi, men-develop, dan me-retain. Siklus ini yang harus dijaga. Harus ada konsep yang mendesain untuk itu.

Baginya,  kehadiran IHCS ingin memberi kontribusi bagi pengembangan human capital melalui kegiatan Executive Leadership Program, Employee Exchange, Sertifikasi, dan komunitas milenial FHCI. Pada kegiatan IHCS 2017 saat ini, FHCI meluncurkan program Magang Bersertifikat (Indonesia Student Internship Certification/ISIC) bekerja sama dengan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia.

“Di akhir acara kami mendeklarasikan program Magang Bersertifikat. Mahasiswa terpilih dari berbagai PTN dan PTS di Indonesia diundang untuk mengikuti program ini untuk menggali potensi dan menimba pengalaman," ungkap dia.

Anak-anak sekolah yang magang kan biasanya suka diberi penugasan yang tidak jelas oleh perusahaan, maka melalui ini dibuat konsep, selama tiga semester dibekali di kampusnya kemudian dua semester dimagangkan di BUMN lalu satu semester untuk karya tulisnya. Melalui program ini, Kementerian BUMN berharap dalam beberapa tahun ke depan akan tumbuh pemimpin-pemimpin muda di seluruh BUMN.

Beberapa universitas yang ikut mendukung program Magang Bersertifikat antara lain adalah Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institute Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institute Pertanian Bogor, Universitas Bina Nusantara, Universitas Gunadharma, Universitas Telkom, STT Nurul Fikri, Universitas Darma Persada, Universitas Trisakti, dan Universitas Mercu Buana.

Herdy juga menjelaskan bahwa ada empat hal yang perlu diasah para talenta di Indonesia, yakni kompetensi profesional, kompetensi leadership, dan kompetensi digital, serta kolaboratif. “Anak-anak yang dicari adalah yang kooperatif dan kolaboratif, karena di era ini kalau mau maju ya harus bekerja sama. Ini yang perlu terus digulirkan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi FHCI dan perwujudan misi Kementerian BUMN yaitu “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang ingin mengembangkan human capital melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.

“FHCI juga wadah untuk memastikan pengetahuan tentang Human Capital Development itu merata sehingga bisa diimplementasikan di setiap perusahaan. Karena menurut saya, perbedaan perusahaan atau bangsa satu dengan bangsa lain adalah orang/people,” dia menjelaskan.

Sejalan dengan hal tersebut, Hambra, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, megnatakan, saat ini Kementerian BUMN gencar mendorong terjadinya perubahan pola pikir (mindset) dari seluruh human capital di BUMN menuju ke arah positif agar mampu memberikan kontribusi signifikan dan mampu bersaing secara global.

“Kami saat ini memiliki Integrated Talent Management System yang terintegrasi ke seluruh BUMN sebagai sarana untuk mempersiapkan talent-talent terbaik agar bisa menjadi pemimpin masa depan di setiap BUMN. Sistem ini dihadirkan untuk memperpendek kesenjangan human capital antar BUMN,” ujar Hambra.

The 2nd IHCS 2017 menghadirkan berbagai pembicara ternama seperti Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkominfo Rudiantara, Sutradara Livi Zheng, Senior Client Partner Korn Ferry, Signe M Spencer; Indonesia Human Capital Director, Deloitte Consulting Southeast Asia Rukhsana Pervez; Founder Rumah Perubahan Rhenal Kasali; Founder & CEO BukaLapak Achmad Zakky; Mahasiswa termuda ITB Musa Izzanardi Wijanarko; Juara dunia badminton Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir; CEO Net TV Wishnutama, dan lain-lain.

Selain menggelar berbagai sesi presentasi dan talkshow, kegiatan ini juga diramaikan oleh pameran human capital dari berbagai perusahaan seperti Pertamina, Telkom, PLN, PPM Management, Thomas International Indonesia, Mercer, Korn Ferry, Vanaya Coaching Institute, Rolling Arrays Consulting, dan lainnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)