Program Literasi Digital Nasional Diharap Dorong Masyarakat Cakap Digital

Presiden RI Joko Widodo meluncurkan Program Literasi Digital Nasional bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2021. Program ini merupakan bagian dari langkah percepatan transformasi digital, khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia digital.

“Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin,” kata Presiden RI Joko Widodo

Presiden menilai tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Hal tersebut ditandai dengan bermunculannya  konten-konten negatif dan meningkatnya kejahatan di ruang tersebut. “Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Presiden Jokowi.

Dia menekankan bahwa upaya untuk terus meminimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif adalah kewajiban bersama. Oleh karena, itu, menurutnya, masyarakat perlu untuk meningkatkan kecakapan digital agar dapat menciptakan konten kreatif dan mendidik, serta menyerukan perdamaian.

Keberadaan koneksi digital juga harus dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas. Perbanyak UMKM onboarding ke platform e-commerce, sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan, program literasi digital adalah sebuah keharusan di tengah semakin intensifnya penggunaan internet oleh masyarakat. “Tugas kita bersama adalah memastikan setiap anak bangsa mampu mengoptimalkan kebermanfaatan internet. Di saat bersamaan literasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk membentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet,” ujarnya.

Sebagai tambahan, saat ini terdapat setidaknya 196,7 juta warganet di Indonesia. Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$124 miliar pada tahun 2025 mendatang. Sementara itu, pada tahun 2021, Johnny menargetkan 2 ribu penyelenggaran Program Literasi Digital Nasional dengan menyasar empat pilar literasi digital, yaitu digital ethics, digital safety, digital skill, dan digital culture. “Ke depan setiap tahunnya program ini akan menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia,” kata dia menutup pembicaraan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)