Program Sejuta Rumah, Ini Target Perumnas

Program Sejuta Rumah telah bergulir. Perusahaan Umum Pembangunan Nasional (Perumnas) memiliki sederet target dari program pemerintah ini. Perumnas menargetkan pendapatan hingga Rp 2,5 triliun pada tahun ini. “Dari sisi pasokan rumah, kami masih yang paling besar diantara pengembang lain. Yaitu, 25 ribu unit, baik landed house maupun vertical. Tahun kemarin, 17 ribu unit,” kata Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perumnas.

Menurut dia, produk Perumnas dibagi menjadi dua kelompok yaitu landed dan vertical house. Yang pertama adalah rumah sederhana tapak yang regulasinya ditentukan pemerintah dengan harga jual tertentu dan bisa mendapatkan KPR bersubsidi.

Harga jual rumah tapak sederhana ini ditentukan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat. Perumnas juga menyediakan rumah sederhana nonsubsidi dengan harga Rp 200-250 juta. Kedua jenis rumah tapak itu mencapai 80% dari total rumah tapak yang ditawarkan.

Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perumnas

“Kami juga menjual di lahan yang sudah berkembang di tengah kota Kami menjaga keseimbangan profitability dengan menawarkan rumah menengah di harga Rp 300-400 juta. Porsinya hanya sekitar 10-20% dan separuhnya ditangani anak perusahaan yakni PT Propernas Griya Utama,” katanya.

Untuk kategori vertical house, lanjut dia, 90% berbentuk Rumah Susun Sederhana Milik (rusunami) yang tidak semuanya menggunakan KPR bersubsidi. Untuk mendorong penjualan rusunami, pemerintah pada tahun ini membebaskan pajak sampai dengan Rp 250 juta. Perumnas menawarkan rusunami dengan harga Rp 300-400 juta.

“Desain rusunami kami tidak ada bedanya dengan apartemen. Jadi, sebenarnya ini apartemen middle class. Sarananya pun lengkap, ada kolam renang, parkir, rumah makan, tempat belanja, dan lainnya,” kata dia.

Himawan menjelaskan, Perumnas telah membangun 40 tower selama dua tahap. Tahap pertama antara lain, di Cengkareng sebanyak 12 tower, Jakarta Timur (5 tower), Bekasi (4 tower), Kemayoran (4 tower) dan Karawang (2 tower).

Setelah Joko Widodo menjabat Presiden RI, perseroan mendorong 12 proyek baru, yakni 16 tower di Cengkareng, Jakabaring (6 tower) untuk Asian Games, Karawang (2 tower), Central Timur (5 tower), Bekasi (3 tower), serta Bandung (satu tower).

“Kami juga akan membangun rusunami di Makassar. Kemudian, ada peremajaan rumah susun tua i Medan, Palembang, dan Jakarta termasuk di Kemayoran. Namun, masih menunggu kesepakatan warga,” ujar dia.

Memang, rumah tapak masih lebih banyak jumlahnya dibanding vertical house. Sejak 2012 lalu, rumah tapak masih 70%. Tahun 2016, porsi rumah tapak dikurangi menjadi 60%. Ini untuk menjawab kebutuhan landed house yang terus meningkat. “Konsep hunian perkotaan itu, orientasinya akan naik ke atas,” katanya. (Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)