Agar Makin Banyak Orang Berasuransi di Prudential

Menurut Corporate Marketing, Communications & Sharia Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo, kinerja bisnis yang telah diraih Prudential Indonesia hingga 2016 cukup menggembirakan dengan total pendapatan premi sebesar Rp 26,5 triliun dengan total dana kelolaan mencapai Rp 54,4triliun. “Untuk total pendapatan premi syariah Prudential Rp3,4 triliun dan total klaim yang telah dibayarkan  Rp 9,9 triliun. Secara keseluruhan total aset Prudential tahun 2016 sebesar Rp 64,2 triliun,” ungkap Nini.

Pencapaian ini tak luput dari strategi promosi yang dilancarkan, “Promosi kami lakukan melalui media termasuk digital dan saluran distribusi tenaga pemasar. Prudential juga meluncurkan beberapa produk asuransi tambahan inovatif untuk perlindungan atas risiko penyakit kritis maupun rawat inap, seperti PRUcrisis cover benefit plus 61, PRU HS cover plus, PRUmed cover, PRUearly stage payor, PRUearly stage parent payor, PRUearly stage spouse payor,” ujarnya.

Prudential juga memperkenalkan dua investasi baru untuk produk unitlink yang memberikan pilihan pada nasabah dari total 16 dana investasi yang sesuai kebutuhan. Kedua dana investasi tersebut adalah dana investasi PRUlink Rupiah Value Discovery Equity Fund dan PRUlink Syariah Rupiah Asia Pacific Equity Fund. PRUlink Rupiah Value Discovery Equity Fund merupakan dana investasi yang didasarkan pada reksa dana milik pengelola dana investasi Prudential yakni Eastspring Investments. Jenis asuransi ini akan diinvestasikan pada 50 saham terbesar di Indonesia. Sementara, untuk PRUlink Syariah Rupiah Asia Pacific Equity Fund merupakan yang pertama di pasar, yang menawarkan investasi hingga 100% pada ekuitas di kawasan Asia Pasifik, kecuali Jepang.

Perkembangan digitalisasi juga diadopsi oleh Prudential dalam menjalankan operasionalnya. Aplikasi mobile digital untuk layanan yang lebih baik bagi nasabah ini bernama PRUforce dan PRUsmart. “Kedua aplikasi tersebut adalah PRUforce, yang merupakan aplikasi penunjang kegiatan penjualan tenaga pemasar, dan PRUsmart, aplikasi digital untuk mempercepat dan mempermudah proses pembelian polis asuransi,” ujar Nini Sumohandoyo. Tak lupa Prudential juga memberikan tanggung jawab sosialnya (CSR) dengan meresmikan Taman Literasi Keuangan Indonesia, sebuah lahan hijau di kawasan Jakarta Selatan di tahun 2016. Di taman ini anak-anak tidak hanya bisa bebas bermain namun juga dapat belajar tentang perencanaan keuangan dasar.

Prudential juga mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang lebih terlatih, profesional, dan ahli di bidang pemasaran. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan untuk jangka panjang. “Tantangan lain yaitu memperluas dan memperkuat kehadiran kami di seluruh Indonesia. Saat ini kami sudah hadir di sekitar 160 kota, dan kami ingin bisa lebih mudah dijangkau, baik itu melalui para tenaga pemasar maupun staf kami untuk dapat melayani masyarakat dengan semakin baik lagi,” ujarnya. Digitalisasi juga menjadi tantangan yang dihadapi untuk bisa mensinergikan perkembangan teknologi dalam menjalankan operasional bisnis Prudential.

Adanya persaingan dengan kompetitor, Prudential aktif untuk memantaunya. Ini dilakukan untuk mengasah kapabilitas perusahaan dalam belajar dan beraksi memanfaatkan tren yang ada. Prudential  menghargai persaingan bisnis yang sehat, patuh, dan bertujuan memberikan yang terbaik bagi nasabah dan masyarakat luas. “Sejalan dengan kredo kami, yakni “Selalu Mendengarkan dan Memahami,” kami aktif dalam mendengarkan seluruh pemangku kepentingan kami, demi terus memperbaiki diri dalam menghadirkan produk dan layanan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Nini.

Inovasi di segala sisi senantiasa Prudential wujudkan sebagai kunci kesuksesan bisnis mereka. Selain fokus kepada strategi bisnis yang menjadi core utamanya, Prudential dan industri asuransi jiwa dan regulator berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia tentang perencanaan keuangan dan pentingnya perlindungan asuransi jiwa. “Pekerjaan rumah bagi kita bersama-sama, untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di negeri ini. Sehingga semakin banyak orang berasuransi dan memiliki perlindungan asuransi yang tepat guna dan memadai untuk jangka panjang, maka semakin sejahtera bangsa,” himbaunya.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)