PT Mifa Bersaudara Gandeng Pusong Dive Club, Lakukan Konservasi Terumbu Karang di Pulau Gosong, Aceh

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki potensi terumbu karang yang sangat besar dengan luasan mencapai 25 ribu kilometer persegi. Indonesia juga mendominasi wilayah coral triangle atau segitiga karang yang mewakili 30 persen terumbu karang di dunia, di mana 69% jenis terumbu karang di dunia ditemukan di perairan Indonesia. Hanya saja, terumbu karang yang berada dalam kondisi sangat baik di seluruh perairan Indonesia hanya 30 persen. Sedangkan 37 persen lainnya dalam kondisi cukup baik dan sisanya rusak.

Berdasarkan hitungan United Nations Environment Programme atau UNEP, apabila seluruh ekosistem terumbu karang dikelola dengan baik, valuasi aset terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) Indonesia mencapai USD37 miliar atau setara dengan Rp540 triliun pada 2030.

Untuk menyelamatkan dan melestarikan terumbu karang di Indonesia, PT ABM Investama Tbk melalui anak perusahaanya PT Mifa Bersaudara menggandeng Pusong Dive Club (PDC), untuk mengerjakan program konservasi terumbu karang ini. 

Menurut Ketua PDC Erijal, PDC dan Mifa Bersaudara fokus melakukan transplantasi terumbu karang mulai dari tahap pemilihan bibit, pemotongan, perawatan, penempatan bibit, dan penanaman melalui media khusus. Tahun berikutnya dilakukan monitoring sembari menempatkan apartemen ikan di area tempat transplantasi terumbu karang dibuat. Kegiatan ini dilakukan secara periodik dan berkelanjutan.

Ia menambahkan program konservasi terumbu karang yang dilakukan sejak tahun 2018 ini bertujuan untuk melindungi, merehabilitasi, dan memanfaatkan ekosistem terumbu karang dan ekosistem terkait lainnya secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar ekosistem tersebut melalui penguatan kapasitas pengelolaan sumberdaya laut. “Kami berhadap kegiatan yang banyak memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat nelayan ini mendapat dukungan yang lebih luas baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” katanya.

Lokasi program konservasi terumbuh karang ini berada di Kabupaten Aceh Barat Daya, dimana tepatnya di Kecamatan Susoh, terdapat pulau kecil yang disebut Pulau Gosong, program konservasi dengan luasnya hanya sebesar kurang lebih 1 hektar.  

Diakui Erijal,  kesulitan pekerjaan ini membutuhkan ketekunan karena harus bekerja di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut, dengan kedalaman itu harus mengikat karang-karang itu menjadi apartemen ikan. Kalau ikatan kurang kuat bisa lepas karena kedalaman juga menentukan pertumbuhan karang. Ekosistem terumbu karang menjadi tempat bermain, berlindung, dan sumber pakan bagi sekelompok ikan. Tak hanya itu, terumbu karang juga mampu meredam energi arus laut sehingga dapat mencegah abrasi pantai. 

Hasanudin sebagai ketua lembaga yang memimpin adat istiadat, kebisaaan-kebisaaan yang berlaku dibidang penangkapan ikan, dan penyelesaian sengketa di wilayah Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh itu berharap program pelestarian bawah laut terus ditingkatkan karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat nelayan itu sendiri. 

Ajuwir salah seorang nelayan Susoh Aceh, program konservasi terumbu karang yang dilaksanakan oleh PT Mifa Bersaudara dan Pusong Dive Club (PDC), sangat dirasakan manfaatnya. Karena jarak tempuh untuk mencari ikan menjadi dekat sehingga bahan bakar bisa dihemat kalau dulu butuh empat jerigen, kini cukup satu jerigen sudah bisa mendapat ikan. “Dengan adanya program ini, hasil tangkapan rata-rata nelayan di Susoh meningkat 30%-40%,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)