Public Affairs Forum Indonesia Diresmikan Mengusung Semangat Kolaborasi Lintas Sektoral

Profesi public affairs (PA) di dalam struktur organisasi kian mendapat sorotan penting dari waktu ke waktu. Profesi yang punya tugas utama membangun hubungan baik antara perusahaan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) ini memiliki tanggung jawab besar agar proses operasional perusahaan atau organisasi bisa berjalan selaras dan memahami  elemen-elemen pemerintahan, regulasi, politik, ekonomi, sosial, sampai budaya di wilayah tempatnya beroperasi.

Perkembangan inovasi teknologi, arah kebijakan regulasi, politik dan ekonomi merupakan beberapa faktor pendorong yang membuat profesi ini dipacu agar cepat beradaptasi dengan perubahan.  Sayangnya, ruang praktisi PA Indonesia untuk memperkaya ilmu dan pengalamannya masih sangat terbatas.

Agung Laksamana, Direktur Corporate Affairs APRIL Group mengatakan jam terbang dan spesialisasi sektor industri masih menjadi andalan pelaku PA untuk mengasah pengalamannya. “Padahal, saat ini kita butuh banyak praktisi PA untuk mendukung visi Indonesia maju 2030 termasuk agar kita bisa berkompetisi di ranah global.   Perlu eksposur untuk mengakselerasi kemampuan dan kapabilitas praktisi PA untuk mencapai level strategis. Esensinya, praktisi PA harus Adopt, Adapt, dan Adept dalam menghadapi trend perubahan kedepan,” kata Agung.

Hal di atas menjadi salah satu alasan Agung selaku ketua penyelenggara bersama beberapa praktisi PA dari berbagai industri menggagas dibentuknya Public Affairs Forum pertama di Indonesia ini.  Ia  berharap forum ini bisa menjadi angin segar tidak saja bagi para praktisi PA ,namun juga public relationsgovernment relations,dan regulatory affairs di seluruh Indonesia.

Dalam peresmian yang digelar secara virtual sekaligus webinar bertema “The Role of Public Affairs in a Changing World”  (15/10), turut hadir beberapa tokoh senior di kalangan PA, salah satunya CEO Freeport Indonesia Tony Wenas. ” PA harus dilibatkan sejak awal di setiap proyek dan perencanaan arah perusahaan. Pembuatan key message juga harus memenuhi tiga hal: benar, baik, dan berguna untuk dikomunikasikan,”  ungkap Tony.

Turut hadir juga dengan memberikan sambutan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo yang menegaskan, komunikasi menjadi sangat penting bagi suatu negara dalam menyampaikan kebijakan. “Diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dari praktisi Public Affairs kepada publik untuk membantu pemerintah agar meminimalisir timbulnya kesalah-pahaman,” papar Suryopratomo. .

Disinggung soal praktik komunikasi publik di tataran negara dan korporasi, Chairman & Chief Consultant Kiroyan Partners, Noke Kiroyan mengungkapkan, peran PA harus bisa memberikan masukan pada pemerintah. “PA di level korporasi mesti menekankan kemampuan untuk melobi dan negosiasi. Pada tataran pemerintah, komunikasi publik juga harus tepat, hendaknya ada satu kesatuan. Misalnya penunjukkan narasumber harus tepat, agar semua informasi selaras,” ujar Noke.

 “PA bertugas sebagai agent of internal alignment dan secara eksternal dapat menjadi corporate diplomat yang bertugas menyampaikan aspirasi perusahaan,” ujar VP Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi N. Alam menambahkan.

Di perusahaan teknologi, peran PA ke depan dalam menghadapi tantangan industri 4.0 juga tidaklah mudah. Chief of Public Policy & Government Relations GOJEK, Shinto Nugrohomenyatakan komunikasi rutin dan empati penting diperhatikan karena akan membuat dinamika PA jadi jauh lebih baik dan produktif dengan stakeholders. “Inovasi teknologi menciptakan pasar dan model bisnis baru, tapi mindset pemerintah juga harus terbuka. Inilah yang menjadi tugas kita untuk menjembatani proses tersebut,” kata Shinto.

Agung menambahkan webinar kali ini adalah langkah awal.  Langkah selanjutnya, selain menjadi ruang sinergi dan membangun profesionalisme, forum ini memberi masukan-masukan strategis kepada pemerintah sekaligus menjadi wadah terciptanya solusi-solusi praktis dan jangka panjang untuk membangun reputasi organisasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Adapun untuk bergabung dengan forum ini, calon peserta dapat menghubungi Sekretariat Forum,”  tutur Ketua Umum Perhumas ini.

Dengan banyaknya dukungan yang mengalir dalam proses terbentuknya “Public Affairs Forum Indonesia” ini mencerminkan minat yang sangat besar dari para praktisi PA di Indonesia. “Kami berharap forum ini dapat terus berlanjut dan menelurkan banyak gagasan dan pengalaman baru bagi para pegiat PA,”  ucap Agung.

Dede Suryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)