Pupuk Kaltim Bukukan Laba Rp 6,17 Triliun Sepanjang 2021

Pupuk Kaltim

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berhasil mencatatkan laba setelah pajak senilai Rp6,17 triliun atau 311% dari target di 2021. Nilai ini disebut sebagai peningkatan tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Pupuk Kaltim.

Pupuk Kaltim juga mencatat pertumbuhan yang signifikan dari sisi produksi. Hingga akhir 2021, produksi pupuk mencapai 6,72 juta ton atau 104% dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021. Sementara itu, penjualan pupuk tercatat sebesar 4,58 juta ton atau 99% dari target di 2021.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, mengatakan, capaian positif tersebut merupakan hasil dari berbagai strategi mitigasi kondisi yang dilakukan perusahaan selama pandemi Covid-19. "Tidak dipungkiri, pandemi masih memberikan dampak bagi kondisi ekonomi dan pasar yang dinamis selama 2021. Namun, Pupuk Kaltim bisa memanfaatkan peluang sehingga membukukan laba tertinggi sepanjang sejarah," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (24/03/2022).

Lebih lanjut Rahmad mengungkapkan, PKT akan bertransformasi melalui strategi jangka panjang yang dinamai growth strategy, dengan fokus pada 3 pilar utama. Pertama, keunggulan operasional dan rantai pasok melalui efisiensi energi dan optimalisasi infrastruktur. Kedua, keunggulan diversifikasi dengan mengembangkan bisnis di sektor hilirisasi petrokimia dan gas alam serta energi terbarukan. Ketiga, keunggulan jangkauan pasar dengan peningkatan kapasitas domestik dan ekspansi di pasar global.

Menurut dia, strategi diversifikasi usaha yang dilakukan tidak hanya terfokus pada potens bisnis, melainkan juga berbasis pada energi terbarukan. Hal ini dilakukan seiring dengan komitmen perusahaan untuk memimpin transformasi industri petrokimia menjadi industri hijau.

Direktur Operasi dan Produksi PKT, Hanggara Patrianta, menjelaskan bahwa saat ini, PKT tengah bertransformasi menjadi pelaku industri petrokimia yang berorientasi pada efisiensi energi dan diversifikasi usaha. Salah satu yang menjadi fokus perusahaan yaitu pengembangan komoditas bisnis baru dengan menerapkan praktik ekonomi sirkular dan memanfaatkan emisi produksi, seperti pengembangan soda ash yang diolah dari bahan baku amoniak dan CO2 yang dihasilkan dari proses produksi pupuk PKT.

"Selain itu, dengan beralih kepada bahan baku energi terbarukan, PKT juga dapat menjamin keberlanjutan perusahaan, yang tentunya berorientasi pada penerapan prinsip ESG,” katanya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)