Purwadhika, Mencoba Mengeliat Di Ceruk Pendidikan TI dan Startup

Banyak ceruk pasar di pasar teknologi informasi (TI) dan digital yang bisa digarap. Dari mulai bisnis software developer, system integrator, network optimization, hardware provider hingga IT security services. Begitu banyak. Tapi jangan lupa, ceruk yang juga bisa dibisniskan ialah jasa pendidikan TI itu sendiri. Dan itulah yang digarap Purwadhika Startup and Coding School sejak 1987.

 

Purwadhika termasuk salah satu pemain yang paling awal merintis coding school dan pendidikan TI di Indonesia. Hanya saja, lembaga yang didirikan Purwa Hartono ini memang cenderung bergerak low profile. Padahal lembaga ini cukup aktif dalam memberikan layanan pendidikan bidang teknologi ke individu maupun lembaga (pemerintahan dan perusahaan swasta). Purwadhika saat itu lebih banyak memberikan pelatihan tentang hardware, network dan software engineering.

 

Hanya saja, dalam lima tahun terakhir, Purwadhika terus aktif masuk pasar baru, khususnya menyasar kalangan startup dan anak muda, dengan menyelenggarakan pelatihan dan event untuk pendidikan digital anak muda. Pada bulan Maret ini, misalnya, bekerjasam dengan Sinarmas Land, Purwadhika menyelenggarakan Purwadhika TechWave, sebuah platform dan event yang dibuat untuk para startup leaders, pakar, investor dan pecinta hi-tech dan startup untuk berbagi cerita dan pengalaman tentang bisnis digital kekinian.

 

 

"Kita ingin memberi kesempatan bagi para pendiri startupĀ  dan tech enthusiast untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dari seluruh peserta," ungkap Purwa Hartono yang lulusan Software Engineering dari University of Southern California Amerika Serikat ini. Pada forum itu peserta memang menjadi pusat sharing knowledge hal-hal kontemporer seperti teknologi artificial intelligence (AI), virtual reality (VR), blockchain, dan internet of thing (IOT) dan sejenisnya.

 

Sejak tahun 2011 Purwadhika memang cukup aktif menggarap anak muda penggiat startup. Purwadhika memiliki sejumlah program untuk mennyasar mereka. Misalnya, ada pogram Startup Incubation untuk membantu yang ingin membangun startup digital dari proses ide sampai kepada product development. Lalu, ada layanan Job Connector untuk menghasilkan talent di bidang coding yang kemudian disalurkan ke perusahaan digital, dan layanan UX Design.

 

Bahkan Purwadhika juga punya program Coding for Teens untuk para remaja yang ingin belajar coding khususnya dengan membangun Smart Home Product. Dalam menggarap ceruk ini Purwadhika juga berkolaborasi dengan sejumlah pemain lain, termasuk dengan Plug and Play Indonesia, sebuah startup accelerator dari Sillicon Valley, Amerika Serikat. Ya, bisnis pendidikan memang terus menggeliat, terlebih yang terkait dengan dunia digital dan startup kini semakin dibutuhkan. Industri ini memang membutuhkan kehadiran banyak pelaku lain selain Purwadhika, untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan bisnis digital di Indonesia.

Sudarmadi

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)