PWC: Ini Waktu yang Tepat untuk Mempersiapkan IPO

PwC Indonesia menilai saat ini adalah waktu yang tepat bagi calon emiten atau perusahaan untuk mempersiapkan penawaran saham ke publik atau initial public offering (IPO). Pasalnya, pandemi Covid-19 telah meredam pergerakan pasar ekuitas Indonesia selama beberapa waktu pada tahun 2020. Hal ini telah mendorong Pemerintah Indonesia dan di seluruh dunia untuk terus menerapkan kebijakan guna mendorong perekonomian.

Suku bunga yang lebih rendah, penguatan Rupiah, serta keberhasilan program vaksinasi dinilai menjadi pertanda baik bagi sentimen pasar yang positif dan mengarah pada peningkatan aktivitas IPO.

"Saat ini adalah waktu yang tepat bagi calon perusahaan
yang akan melaksanakan IPO untuk berfokus pada strategi, membangun kekuatan internal dalam pembuatan laporan keuangan, kontrol, dan tata kelola agar siap untuk diluncurkan ketika peluang IPO terbuka,” ujar Jasmin Maranan, Capital Markets Advisory PwC Indonesia dalam webinar bertajuk “Membangun Equity Story yang Solid dalam Masa Ketidakpastian” yang berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti diketahui, dampak dari pandemi terbukti telah berimbas ke semua sektor bisnis. Iklim ekonomi yang berada dalam kondisi ketidakpastian, dan berbagai peraturan new normal yang ditetapkan telah memaksa industri untuk beradaptasi.

Tentunya hal ini tidak mudah, apalagi di saat pandemi yang penuh tantangan. Perusahaan harus memahami bagaimana membangun suatu equity story yang tepat di mata para pemangku kepentingan dan juga target investor di pasar modal.

Lewat webinar yang diselenggarakan selama dua hari pada 18 dan 25 Maret 2021, PwC Indonesia dan BEI memaparkan langkah-langkah yang harus diperhatikan, baik dari sisi komersial, akuntansi dan laporan keuangan, hukum, serta pajak oleh perusahaan yang berencana untuk IPO.

“Masa ketidakpastian karena pandemi global mengubah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan dilakukan pelaku bisnis dalam merencanakan IPO," kata Mirza Diran, Deals Partner di PwC Indonesia.

Untuk itu, kata dia, perlu dilakukan perbaikan atas nilai perusahaan yang melemah karena terdampak pandemi, serta melakukan rekonfigurasi rencana strategis perusahaan untuk mendapatkan nilai yang optimal dan terbaik pada saat IPO. Sampai dengan 18 Maret 2021, tercatat pipeline IPO saham sebanyak 26 perusahaan merupakan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama sebanyak 16 perusahaan.

I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI menilai, kenaikan tersebut menandakan minat yang tinggi dari para pengusaha untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal pada kondisi saat ini. "Tentunya merupakan suatu bentuk kepercayaan dari para pemilik serta manajemen perusahaan yang menjadikan Bursa sebagai rumah pertumbuhan (house of growth) bagi perkembangan bisnis perusahaan mereka," jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)