Qlue, Raih Pendanaan dari KOIF III, ASLI RI dan Telkomsel Mitra Inovasi

Keberhasilan Qlue, sebagai salah startup teknologi yang menghadirkan solusi smart city di Indonesia dilirik salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang. Qlue berhasil meraih pendanaan Seri B1 dari Global Brain melalui kelompok investasi KDDI Open Innovation Fund III (KOIF III). Pendanaan Seri B1 ini juga didukung oleh investor lainnya yaitu Telkomsel Mitra Inovasi dan juga perusahaan teknologi biometrik asal Indonesia, ASLI RI. Sayangnya baik KOIF III dan investor lainnya yaitu Telkomsel Mitra Inovasi dan ASLI RI enggan menyebut besarnya dana yang digelentorkan untuk Qlue.

Menurut Pendiri dan CEO Qlue, Rama Raditya, dengan dukungan KDDI yang memiliki jaringan bisnis secara global ini akan mendorong penetrasi pasar Qlue di luar negeri, dan menggarap pasar Asia secara agresif sebagai basis utama pengembangan solusi smart city, dengan menjadikan Jepang, Malaysia, dan Filipina sebagai fokus utama. “Sinergi ini terjalin karena Qlue dan KDDI memiliki visi yang sama dalam mengakselerasi pembangunan kota berbasis teknologi smart city,” kata Rama.

Selain itu, Qlue juga akan meningkatkan skalabilitas dan mendorong perluasan industri ke sejumlah sektor, seperti jasa kesehatan, pengelola kawasan industri, perhotelan, pengembang properti, BUMN, hingga berbagai sektor lainnya. "Dengan pendanaan ini maka akan memperluas skalabilitas Qlue untuk memberikan solusi smart city yang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam memasuki era industri 4.0 di Indonesia," tuturnya.

Potensi pasar smart city secara global pada tahun 2025 diprediksi sekitar US$ 820 miliar dengan prediksi pertumbuhan 14,8% per tahun, sedangkan potensi pasar masih sangat besar. Qlue tentunya akan merespon peluang tersebut dengan melakukan implementasi solusi smart city di negara maju seperti Jepang.

Rama menambahkan, smart city merupakan program yang rumit dan oleh karena itu diperlukan sistem teknologi pendukung yang memadai. Diakui Rama, sistem teknologi biometrik milik ASLI RI terbukti mendukung keberlangsungan ekosistem smart city dari segi keamanan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya ASLI RI sebagai mitra kami, khususnya di Indonesia”, ujar Rama.

Direktur Operasional ASLI RI, Rionald Soerjanto menambahkan di Indonesia sendiri, smart city merupakan pasar yang sangat potensial mengingat infrastruktur perkotaan saat ini masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, kolaborasi antara kedua pihak tersebut akan sangat mendukung pembangunan perkotaan, bahkan negara. Hal inilah juga yang membuat ASLI RI mantap berinvestasi di Qlue.

Diakui Rionald, solusi yang dihadirkan oleh Qlue sangat konsisten dalam menerapkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan IoT. Hal itu sejalan dengan visi dari ASLI RI dalam melayani pasar di sektor keamanan biometrik.

Kemampuan teknologi Qlue dalam mencerdaskan kamera CCTV sangat strategis dengan rencana bisnis ASLI RI sehingga sinergi ini bisa memberikan nilai tambah baik bagi ASLI RI maupun Qlue. “Kami yakin kemitraan strategis ini juga akan memberikan dampak positif bagi pelaku industri di Indonesia karena pemanfaatan teknologi akan semakin masif dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Rionald.

Teknologi biometrik memang merupakan komponen penting yang sangat diminati industri saat ini. Selain mendukung proses bisnis, hal itu juga membantu perusahaan dalam mempelajari dan menghindari risiko yang bisa saja terjadi.

“Sebuah privilege bagi kami bisa ikut serta dalam funding round ini. Semoga kedepannya kerjasama ini membuahkan manfaat besar bagi kita semua, dan akan ada lebih banyak kolaborasi berupa inovasi baru serta peluang baru di Indonesia, tidak berhenti disini saja," kata Rionald.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)