Quantum Dorong Penerapan Bisnis yang Berkelanjutan

Quantum Research, lembaga konsultan brand perusahaan yang menekankan keberlanjutan alam dan manusia mengedukasi  pentingnya sustainability business di dunia.

Perusahaan yang telah eksis selama 27 tahun ini awalnya bergerak di bidang marketing research kualitatif,  dan kini melebarkan visi bisnisnya untuk mencari insight dan  merumuskan strategi bisnis yang sejalan dengan nilai-nilai manusia dan alam.

Dalam pemaparannya, Country Manager Quantum Research, Anjan Sinha, mengatakan,  saat ini manusia hanya fokus pada praktek konsumerisme yang pada akhirnya berimbas pada kelangsungan manusia dan alam. Contohnya adalah sudah banyak sampah plastik di lautan dan kasus kota Cape Town di Afrika Selatan yang diklaim sebagai kota pertama yang telah kehabisan air.

“Bisnis harus paham dan mengerti bahwa kita tidak bisa hanya merusak alam tanpa melakukan konservasi. Kita harus terus melakukan edukasi dan penyadaran kepada perusahaan bahwa ini bukan hanya semata masalah bisnis tapi juga bagaimana perusahaan bisa  bertanggungjawab terhadap permasalahan  manusia dan alam,” ujar Anjan.

Perusahaan yang mengubah tujuan bisnisnya menjadi lebih humanis dinyatakan Anjan akan memiliki brand loyalty yang tinggi dibanding mereka yang tidak melakukannya. Selain itu perusahaan juga bisa menarik banyak pekerja millenial yang kini lebih memiliki tujuan yang jelas dalam bekerja.

Menurutnya, millenial akan lebih lama tinggal dengan perusahaan yang memiliki tujuan yang jelas untuk dicapai. Jika mereka tinggal lebih lama dengan kita, investasi yang kita berikan ke SDM untuk pengembangan diri tidak akan sia-sia. Mereka akan loyal dan lebih produktif dalam menciptakan suatu produk ke perusahaan, hasil akhirnya adalah akan menguntungkan perusahaan dari segi profit. Tercatat, Unilever sebagai perusahaan yang telah masuk ke dalam sustainability business telah berhasil mendongkrak pertumbuhan bisnis mereka hingga 50%.

Anjan menjelaskan, ada kesalahan prespektif yang terjadi jika perusahaan respons terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan maka akan menurunkan profitabilitas mereka. “Justru sebaliknya, jika perusahaan memikirkan tujuan itu, maka karyawan akan lebih berkomitmen, dan itu akan membuat mereka lebih all out dalam memproduksi sesuatu.

Selain  tren movement global, adanya kesadaran dari perusahaan itu sendiri juga memengaruhi pergeseran tujuan bisnis di banyak perusahaan menjadi human center. Munculnya masalah kekeringan di dunia, menumpuknya sampah plastik di lauutan, isu perubahan iklim, hingga polusi yang kita dengar setiap harinya, menjadikan perusahaan lebih peduli terhadap ekosistem dunia.

“Sekitar 3-5 tahun ke belakang, pembicaraan mengenai dampak sosial kemanusian dari aktivitas bisnis tidak terlalu banyak Karena mereka tidak terdampak langsung. Namun, hari ini kita sudah sering mendengar tentang kekeringan di seluruh kota yang sudah bukan hanya ide lagi, tapi sudah ada dampak materialnya. Sehingga mereka sekarang sudah berpikir dan mengambil langkah untuk bergerak,” kata Anjan.

Sampai saat ini sudah ada sekitar 15-20 klien di Indonesia yang ditangani oleh Quantum. Di antaranya adalah Danone, Aqua, Unilever, Sari Husada , Coca Cola, dan Sampoerna. Selain itu, kini perusahaan asal India itu telah ada di 6 negara lainnya, yakni Singapura, China, Sri Langka, United Kingdom, Bangladesh, dan India.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)