Quipper Campus Bantu Siswa Cari Tempat Kuliah Idaman

Bagi siswa SMU di kelas akhir (kelas 12) bukan pekerjaan mudah untuk menemukan kampus dan jurusan yang sesuai dengan minat dan cita-cita kariernya, terutama bagi siswa yang berada di daerah.

Melihat kondisi ini, perusahaan edutek PT Quipper Pendidikan Indonesia meluncurkan website Quipper Campus yang membantu siswa atau calon mahasiswa menemukan kampus atau perguruan tinggi (PT) dan jurusan yang sesuai dengan apa dibutuhkan.

Takuya Homma, Country Manager Quipper Indonesia, mengatakan, pihaknya memulai proyek ini berdasarkan data yang mereka terima dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristek-Dikti). Institusi ini menyebutkan bahwa di Indonesia Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih rendah, yakni pada tahun 2017 baru 30% dari total lulusan SMU dan sederajat yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, sebagai pihak swasta Quipper juga merasa peru mengambil peran untuk meningkatkan angka tersebut.

Dari riset yang dilakukan Quipper sendiri, diketahui kesulitan yang dihadapi siswa, orang tua siswa dan guru dalam mepersiapkan si anak memilih perguruan tinggi adalah bukan informasi yang mini, tetapi kebalikannya tsunami informasi yang tidak bisa diketahui kualitas dan akurasinya. “Inilah yang kami berikan di website Quipper Campus,” ujar Takuya.

Website tersebut berisi informasi dari 182 Perguruan Tinggi Negeri dan 322 Perguruan Tinggi Swasta. Calon mahasiswa bisa mengakses ke campus.quipper.com, lewat desktop maupun mobile. “Website ini dirancang sangat ringan sehingga mudah diakses dari smartphone,” jelas Takuya.

Seorang calon mahasiswa bisa mencari informasi kampus berdasarkan nama kampus, jurusan, atau wilayah. Di dalam akan diperoleh informasi detail soal fakultas, jurusan, jumlah dosen, jumlah, daya tampung, perbandingan dosen dan mahasiswa, fasilitas, biaya kuliah dan jalur tes yang bisa ditempuh untuk masuk ke sana. Konten mengenai kampus diperoleh Quipper langsung dari kampus tersebut “Kami punya tim yang datang langsung ke seluruh kampus tersebut, jadi bukan dari pihak ketiga. Ini untuk menjaga akurasi,” ujar Takuya.

Website ini juga nantinya tidak hanya menyesar para calon mahasiswa, tetapi guru bimbingan konseling (BK) di sekolah-sekolah. Pasalnya, selama ini fungsi guru BK untuk memberi masukan bagi siswa yang mencari perguruan tinggi agak sulit karena sulit mendapatkan informasi yang akurat dan detail.

Sementara itu, dari segi bisnis, Takuya mengaku pihaknya belum mengambil profit secara langsung dari web ini, “Harapannya dengan adanya website ini, sekolah semakin kenal dekat dengan kami sehingga bisa juga mengenail video bimbingan belajar kami ke siswanya,” ujar Takuya. Tetapi ke depan, menurutnya Quipper akan melakukan kerja sama B2B dengan kampus-kampus, “Kampus yang ingin tampil didaftar teratas atau juga beriklan, bisa lewat kerja sama B2B kami,” lanjutnya. Dari situlah nantinya Quipper merancang monetasi bisnisnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)