Rabobank Bandung Fokus Garap Sektor Pangan dan Agribisnis

Jos Luhukay, Direktur Utama Rabobank Indonesia (ke-3 dari kiri)

Rabobank Indonesia (PT Bank Rabobank International Indonesia) meresmikan kantor cabang Bandung R.E. Martadinata (22/1/201).

Cabang ini merupakan cabang relokasi dari kantor cabang yang sebelumnya beralamat di Jl. Aceh, Bandung. Dengan relokasi ke area yang dekat dengan sentra bisnis ini, Rabobank menjadi semakin dekat dengan nasabah serta nasabah prospektifnya, yaitu para pengusaha, terutama yang bergerak dalam sektor pangan dan agribisnis.

Hal ini sejalan dengan misi Growing a Better World Together dan visi Banking for Food di mana Rabobank Indonesia siap berkontribusi untuk mengembangkan sektor pangan dan agribisnis dengan menyediakan akses dana, akses pengetahuan, serta akses kepada jaringan Rabobank di 40 negara.

Jos Luhukay, Direktur Utama Rabobank Indonesia, mengatakan bahwa sektor pangan dan agribisnis memberikan peluang yang sangat besar bagi Rabobank Indonesia. “Potensi kredit sektor pangan dan agribisnis pada tahun 2016 sekitar Rp 359 triliun. Sektor ini terus tumbuh dengan pesat,” jelasnya.

Menurut Jos, tahun 2018 pihaknya menargetkan penyaluran kredit hingga Rp14 triliun, naik Rp2-3 triliun dibandingkan pencapaian tahun 2017 sebesar Rp11-Rp12 triliun. Tahun lalu, dari total penyaluran kredit itu, sebesar 66% disalurkan ke sektor pangan.

Sementara itu, sisanya 34% merupakan portofolio dari sektor lain. Sebab, Rabobank mengaku memiliki keahlian bidang pangan dan agribisnis yang digeluti puluhan tahun.

Untuk rencana ekspansi, Rabobank Indonesia bersikap konservatif. Strategi penyaluran kredit dan layanan jasa keuanga dilakukann dengan menggandeng mitra koperasi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih cukup efektif dibandingkan membuka kantor cabang baru yang terlalu agresif. Dengan jurus ini, bank asing tersebut berhasil menekan tingkat kredit macet atau non performing loans(NPL) yang berkisar 1%.

Ke depan, potensi bisnis pangan dan agribisnis diyakini manajemen Rabobank Indonesia masih sangat besar. Ketahanan pangan yang merupakan salah satu tujuan strategis pemerintah yang tertuang dalam Nawacita, semakin memperbesar potensi pasar dan mendukung strategis bisnis Rabobank Indonesia untuk fokus kepada sector pangan dan agribisnis.

Rabobank Indonesia memiliki akses kepada pengetahuan mengenai pangan dan agribisnis yang telah dihimpun selama 120 tahun oleh Rabobank Group, perusahaan induknya yang berasal dari Belanda dan bermula dari koperasi petani.

Menurut Jos, Rabobank Indonesia dapat mendanai seluruh rantai pasok pangan dan agribisnis karena memiliki perbankan korporasi yang melayani perusahaan besar, perbankan bisnis yang melayani perusahaan kecil dan menengah, serta Rabobank Foundation yang memberikan akses dana kepada petani dan peternak yang menjadi anggota koperasi.

Jika diambil rantai pasok sapi sebagai contoh, Rabobank Indonesia dapat menyediakan akses dana untuk produksi pakan sapi, bibit sapi, penggemukan sapi, pabrik daging sapi olahan, hingga distributor yang memasok daging ke pasar swalayan.

Selain itu, layanan trade financing, cash management dan internet banking yang dimiliki Rabobank Indonesia akan memudahkan pemilik usaha untuk mengelola arus kas, membayar gaji karyawan, membayar supplier, hingga melakukan kegiatan ekspor-impor yang berkaitan dengan usahanya.

Hartono Teguh Wijaya, pelaksana tugas Direktur Perbankan Bisnis menjelaskan bahwa Bandung dan Jawa Barat menyimpan potensi bisnis yang baik bagi Rabobank Indonesia yang fokus kepada pangan dan agribisnis.

“Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan menempati urutan ke tiga dalam kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Barat (8,9%). Industri pengolahan adalah kontributor PDRB terbesar (42,49%) di mana industri pengolahan makanan merupakan salah satu bagian penting di dalamnya,” jelas Teguh.

Lima komoditas utama di Jawa Barat adalah padi, jagung, kedelai, kopi, dan sapi. Jawa Barat adalah penghasil padi terbesar ke dua di Indonesia setelah Jawa Timur dengan hasil 12,5 juta ton atau 15% dari produksi nasional. Jawa Barat menghasilkan 960 ribu ton jagung (4,71% dari produksi nasional) dan 115 ribu ton untuk kedelai (8,8% dari produksi nasional). Daging sapi hasil pemotongan di Jawa Barat, yaitu 73 ribu ton, adalah yang ke dua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Kopi Arabika Java Preanger, dari Jawa Barat telah mendapatkan penghargaan dari Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Atlanta, Georrgia, Amerika Serikat.

Rabobank Indonesia mulai beroperasi September 1990 dengan memberikan layanan Perbankan Korporasi. Pada 2008 Rabobank Indonesia mulai memberikan layanan Perbankan UKM dan Perbankan Komersial serta memiliki rencana untuk tumbuh cepat menjadi salah satu bank pangan dan agribisnis terdepan di Indonesia. Saat ini sudah hadir di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan melayani nasabah Perbankan Korporasi dan Perbankan Bisnis (Komersial dan UKM).

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)