Rahasia MamyPoko Raih 63% Pangsa Pasar Popok Instan

Masaaki Takahashi, President Director PT Uni-Charm Indonesia Masaaki Takahashi, President Director PT Uni-Charm Indonesia

Bagi Masaaki Takahashi, Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia, mencapai share total 63% di pasar popok Indonesia adalah suatu upaya berkelanjutan yang dilakukan selama 10 tahun. Untuk memasuki pasar Indonesia di tahun 2000, ia mengaku melakukan banyak penelitian di pasar. Di tahun yang sama 80% konsumen popok menggunakan popok kain dan 20% menggunakan popok sekali pakai.

Pria asal Jepang ini melihat adanya peluang pasar untuk popok kelas menengah ke bawah. Banyak ibu kelas menengah bawah yang membutuhkan popok sekali pakai yang praktis dan higienis karena tempat tinggal mereka yang kurang bersih.

“Adanya popok sekali pakai akan membuat bayi terjaga kebersihannya, sehingga mereka akan aman dari penyakit. Sayangnya pada tahun 2000 popok sekali pakai masih ditujukan untuk kelas menengah atas,” jelasnya. Oleh karena itu, pada tahun 2006 tim Uni-charm berusaha untuk melahirkan inovasi popok sekali pakai harga terjangkau namun dengan kualitas yang baik.

Dari berbagai uji coba, akhirnya perusahaan asal Jepang ini mampu melahirkan MamyPoko Pants Standar di tahun 2007 yang ditujukan untuk pasar kelas menengah kebawah. Popok dibuat berbentuk celana agar mudah digunakan oleh balita. Selain itu, para ibu juga tidak perlu membaringkan bayi mereka saat akan menggunakan popok sehingga lebih mudah digunakan di lingkungan yang tidak higienis.

Bentuk celana juga membuat popok pas di tubuh bayi sehingga tidak mudah bocor. Bagi Takahashi, inovasi ini merupakan sesuatu yang baru di PT Uni-charm Global. Perusahaan dengan penjualan Rp 88 triliun di tahun 2015 secara global ini, memberikan inovasi produk berbeda-beda di 81 negara yang mereka masuki. Hal ini disesuaikan dari kebutuhan masing-masing negara.

Strategi ini mampu membuat PT Uni-Charm Global menjadi brand dengan global share 24,1% di Asia dan 10% di dunia serta 60% untuk share total di Indonesia. MamyPoko juga mampu menggeser tren penggunaan popok kain menjadi 17%  di Indonesia dan 83% konsumen menggunakan popok sekali pakai.

Menyambut ulang tahun MamyPoko yang ke 10, MamyPoko Pants Standar kembali melakukan inovasi, dengan mengeluarkan produk baru yang mampu membuat kulit bayi tetap kering. Takahashi melihat bahwa dari tahun ke tahun, kebutuhan konsumen selalu berubah. Popok sekali pakai dengan daya tahan 10 jam daya serap dengan harga terjangkau telah menjadi kebutuhan dasar.

Kini, konsumen membutuhkan produk yang mampu membuat kulit bayi tetap kering namun tetap dengan harga terjangkau. Untuk mempermudah konsumen menemukan produk, MamyPoko Standar menggunakan warna kuning pada packaging mereka. Pihaknya pun melakukan berbagai strategi, salah satunya dengan program CSR untuk masuk ke Posyandu.

Strategi ini dilakukan untuk memperkenalkan produk sekaligus memberikan makanan nutrsi. Harapannya konsumen bisa semakin mengenal produk mereka.  “Kami memiliki dua target pasar yaitu MamyPoko untuk kelas premium dengan packaging warna biru dan MamyPoko Pants Standar untuk kelas menengah bawah. Dari tahun ke tahun kami selalu growth, harapannya tahun ini kami juga akan growth sehingga bisa tetap menjadi market leader,” ujar TaKahashi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)