Raih Pendanaan US$ 15,5 juta, Gotrade Hadir di Indonesia

Founder Gotrade (kiri-kanan): Andrew Haryono (Chief Experience Officer/CXO), Norman Wanto (Chief Technology Officer/CTO), Rohit Mulani (Chief Executive Officer/CEO), dan David Grant (Chief Operating Officer/COO) dalam acara Gotrade Indonesia Launching Ceremony.

Gotrade, aplikasi investasi yang memiliki misi untuk membuat investasi dapat diakses untuk semua orang, telah berhasil mengumpulkan US$ 15,5 juta dalam putaran seri A yang dipimpin oleh Velocity Capital Fintech Ventures. Putaran investasi ini juga diikuti partisipasi dari investor seluruh dunia, seperti Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Jepang, BeeNext Singapura, Kibo Ventures Spanyol, Picus Capital Jerman, dan juga investor yang sudah terlibat sebelumnya, seperti LocalGlobe UK, Social Leverage US & Raptor US. Pendanaan ini membuat total pendanaan Gotrade saat ini menjadi senilai US$ 22,5 juta.

Gotrade didirikan pada tahun 2019 oleh Rohit Mulani, Norman Wanto dan David Grant dengan misi untuk membuat investasi dapat diakses oleh semua orang, di mana saja. Mereka bertiga bekerja bersama untuk mengembangkan aplikasi Gotrade untuk memungkinkan pengguna di seluruh dunia untuk membeli saham fractional dari perusahaan-perusahaan raksasa yang ada di NYSE dan NASDAQ hanya dari $1.

Tanpa mengandalkan pemasaran, aplikasi ini telah berhasil menarik 500.000 pengguna. Sebanyak 90% dari para pengguna tersebut berinvestasi di pasar saham Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Hingga saat ini, para pengguna Gotrade sudah melakukan transaksi senilai lebih dari US$ 400 juta dengan jumlah trade sebanyak 5 juta trade.

“Semua orang memiliki hak untuk berinvestasi untuk masa depan mereka, untuk mengontrol ‘financial destiny’ mereka. Sejak pertama kali kami bertemu dengan Rohit dan tim Gotrade yang fantastik, kami tahu bahwa mereka akan sukses memberikan kemampuan [untuk berinvestasi pada masa depan mereka] ini kepada masyarakat Indonesia, Asia Tenggara, dan banyak negara lainnya,” sebut Montanaro dari Velocity.

Dana tersebut akan membantu Gotrade mengembangkan timnya yang terdiri dari 40 orang dan meluncurkan versi lokal produknya di berbagai pasar, dimulai dengan Asia Tenggara. Peluncuran versi lokal Gotrade akan memungkinkan perusahaan untuk memulai pemasaran, menawarkan produknya dalam bahasa lokal dan mengaktifkan metode deposit lokal di seluruh wilayah yang diharapkan perusahaan akan membuka daya tarik yang signifikan.

“Investing in Southeast Asia is broken. Lebih dari 600 juta orang tidak dapat mengakses produk investasi berkualitas dengan harga yang wajar. Mereka tunduk pada reksa dana dengan rasio pengeluaran melebihi 5%, produk tabungan seperti emas dengan spread 3% dan banyak biaya tersembunyi di seluruh portofolio mereka. Kami percaya berinvestasi harusnya lebih adil, dan pengguna seharusnya tidak perlu menanggung biaya yang bersifat predatorial ini,” kata pendiri Gotrade Rohit Mulani.

Sehubungan dengan pendanaan Seri A, Gotrade mengumumkan peluncuran Gotrade Indonesia, sebuah platform yang dibangun untuk memungkinkan pengguna di Indonesia untuk berinvestasi mulai dari U$$ 1, seperti Tesla, Apple, Google dan lain-lain pada platform yang mudah digunakan dan bebas komisi.

Gotrade Indonesia adalah platform pertama di Indonesia yang menawarkan akses pasar langsung ke saham AS. Sebelumnya, orang yang ingin membeli saham AS dari Indonesia harus menggunakan pialang saham asing atau pialang derivatif lokal yang biasanya memiliki biaya tersembunyi yang substansial hingga 1% per trade yang dibangun ke dalam bid-ask spread. Bersama dengan peluncuran Gotrade Indonesia, Gotrade mengumumkan bahwa Andrew Haryono diakui sebagai salah satu pendiri perusahaan. Andrew adalah pemilik Grup Valbury, konglomerasi keuangan di Indonesia yang memiliki produk sekuritas, derivatif, dan manajemen modal.

Bersama Valbury dan peluncuran Gotrade Indonesia, kami dapat membawa kemitraan kami ke tingkat yang baru dan semua orang merasa sudah waktunya untuk mengenalinya atas peran penting yang dia mainkan di masa lalu perusahaan serta peran yang akan terus dijalaninya di masa depan perusahaan.” kata Rohit Mulani.

# Tag